KETIK, JAKARTA – Saat bulan Ramadan banyak orang mengaku harus merubah pola tidur dikarenakan harus bangun sahur pada dini hari. Hal ini tentu berimbas pada kondisi tubuh yang mudah mengantuk karena harus bangun lebih awal.

Ketua Umum Terpilih PP Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan untuk mengembalikan pola tidur seperti semula ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan relaksasi dalam kurun beberapa hari. 

"Kalaupun terjadi gangguan tidur karena pola tidur yang kurang pas, hal itu bisa disiasati dengan gizi dan relaksasi dalam waktu tiga sampai lima hari," jelasnya.

Lebih lanjut, pada masa transisi seseorang perlu membiasakan diri untuk tidur sekitar pukul 20:00 hingga 21:00. Orang yang baru beristirahat pada tengah malam ketika bulan Ramadan bisa mengubah kebiasaan tersebut secara bertahap agar bisa tidur malam lebih awal.

"Tubuh manusia memiliki pengingat otomatis atau "alarm" internal. Contohnya, Muslim yang biasa bangun pada pukul 04.00 atau 05.00 untuk menunaikan salat subuh," tambahnya.

Baca Juga:
APBD Perubahan Tuban 2026 Naik Rp183 Miliar, Pemkab Fokus Tingkatkan Infrastruktur hingga Layanan Publik

Selain mengubah kebiasaan, asupan nutrisi juga harus diperhatikan, hal ini penting untuk membantu tubuh mengembalikan pola tidur yang sesuai dan mengurangi stress.

"Kalau badan kita nanti menerima nutrisi dengan baik, pola pikirnya juga baik, artinya tidak dalam keadaan stres," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
RSUD Ngudi Waluyo Hadirkan Tes Minat Bakat Gratis di Blitaria Expo 2026, Orang Tua Diajak Kenali Potensi Anak