KETIK, SITUBONDO – Sebanyak 240 pengrajin handicraft dari 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo mengikuti Sarasehan bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang digelar di Pendopo Kabupaten Situbondo, Kamis 9 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo ini menjadi wadah komunikasi sekaligus penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, Pengrajin dan sektor perbankan.

Sarasehan yang dipimpin langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo itu, tidak hanya menjadi forum menyerap aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi para pelaku usaha.

“Melalui sinergi Perbankan dengan Diskoperindag, pemerintah kembali memfasilitasi program VORSA (Voucher Usaha) bagi UMKM. Akses pinjaman modal tanpa bunga dengan plafon maksimal Rp20 juta dan tenor angsuran hingga dua tahun ini, bisa diakses pengusaha UMKM,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.

Mas Rio, menegaskan bahwa pengusaha UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, semangat untuk terus berkembang harus diiringi dengan tata kelola usaha yang profesional agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Pemkab Situbondo Dorong Sinergi Peternak dan Pengusaha dengan SPPG

"Yang paling penting adalah membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi. Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, tetapi para pelaku usaha juga harus terus meningkatkan kapasitas usahanya agar mampu berkembang secara berkelanjutan," ujar Bupati Rio.

Sektor kerajinan, sambung Mas Rio, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang membuka akses permodalan, pelatihan, dan pemasaran bagi para pelaku usaha kerajinan.

"Kami ingin para pengrajin tidak lagi terkendala modal. Dengan dukungan perbankan melalui skema pinjaman tanpa bunga, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berani mengembangkan usahanya, meningkatkan daya saing produk, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru," harap Bupati Situbondo.

Tak hanya itu yang disampaikan Mas Rio, namun Bupati Situbondo juga mengapresiasi antusiasme para pengrajin yang hadir dalam sarasehan ini. Kehadiran Pengerajin se Kabupaten Situbondo ini merupakan bukti adanya komitmen bersama untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat di Kabupaten Situbondo.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Siapkan Kurikulum Human Investment, Siswa Akan Belajar Keterampilan Rumah Tangga

Selain itu, Bupati Situbondo juga menyoroti pentingnya peran sektor perbankan sebagai mitra strategis dalam penyediaan akses permodalan. Namun, dia mengingatkan bahwa kepercayaan perbankan harus dijaga melalui kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban pembayaran kredit tepat waktu.

“Pentingnya menerapkan prinsip prudence atau kehati-hatian dalam mengelola usaha. Maka, para pengusaha UMKM diminta memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Hal ini dilakukan untuk menghindari pola hidup konsumtif, serta lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan agar bisnis dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” saran Mas Rio dihadapan ratusan peserta sarasehan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing UMKM, kata Mas Rio, Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Diskoperindag juga berkomitmen memberikan pendampingan terkait administrasi dan legalitas usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu mempermudah pelaku usaha dalam mengakses berbagai program pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan kepercayaan mitra usaha.

Melalui sarasehan ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap para pengrajin handicraft semakin berkembang, mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, serta menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah Kabupaten Situbondo saat ini sedang fokus mengumpulkan data para pelaku usaha yang belum terdata secara resmi. Hingga saat ini, masih banyak pelaku usaha, mulai dari sektor peternakan, pertanian, hingga pengrajin, yang belum mendapatkan pendampingan maksimal dari pihak pemkab. Untuk itu, kita siap melakukan pendampingan terhadap pengrajin dan UMKM,” tegas Bupati Situbondo.

Para pengrajin yang dimaksud, sambung Mas Rio, meliputi pengrajin pandai besi, bambu, kayu, hingga kerang. Langkah pengumpulan data ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan para pelaku usaha agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih tepat sasaran.

Selain pendampingan, lanjut Mas Rio, dukungan yang akan diberikan pemerintah meliputi akses pemasaran, seperti penyelenggaraan pameran khusus untuk produk kerajinan (handicraft).

“Melalui data yang terkumpul, pemerintah berharap dapat membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi para pelaku usaha, seperti tantangan persaingan harga dan akses permodalan. Upaya ini melibatkan pihak perbankan untuk mempermudah pelaku usaha mendapatkan akses permodalan yang dibutuhkan,” kata Mas Rio.

Dalam sesi dialog, para pengerajin menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari kebutuhan peningkatan keterampilan, inovasi desain produk, pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran.

“Menutup kegiatan, seluruh peserta sepakat memperkuat koordinasi melalui pembentukan grup WhatsApp sebagai media komunikasi, berbagi informasi, serta tindak lanjut berbagai program pemberdayaan UMKM di Kabupaten Situbondo,” pungkas Bupati Situbondo. (*)