KETIK, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menetapkan status tanggap darurat bencana atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menetapkan status tersebut untuk mempercepat penanganan kebakaran yang masih berlangsung di kawasan Gunung Ijen.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 100.3.3.2/229/KEP/429.011/2026. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 4 September hingga 17 September 2026.

Ipuk mengatakan pemerintah daerah dapat memperpanjang masa tanggap darurat apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Kami sudah tetapkan status darurat bencana 14 hari ke depan dan saya sudah tandatangan Surat Pernyataan Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan," kata Ipuk, Sabtu, 5 September 2026.

Kebakaran pertama kali terdeteksi di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro, pada Rabu (2/9/2026). Tim gabungan kemudian melakukan penanganan secara bertahap untuk mengendalikan titik api.

Baca Juga:
Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

Namun, kondisi berubah ketika api mulai merembet mendekati kawasan Pondok Bunder pada Jumat (4/9/2026). Kawasan tersebut merupakan jalur pendakian menuju Kawah Ijen sehingga pengelola menutup sementara destinasi wisata tersebut demi keselamatan pengunjung.

Sampai Sabtu (5/9/2026), petugas gabungan bersama relawan masih bersiaga di kawasan Kawah Ijen. Mereka terus melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.

Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan dukungan pemadaman dari udara. Ipuk bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur telah mengajukan bantuan helikopter water bombing kepada BPBD Jawa Timur dan Kantor SAR Surabaya.

Upaya tersebut diperlukan karena kondisi medan di kawasan Gunung Ijen menyulitkan proses pemadaman secara manual. Selain memiliki kontur lahan yang curam, area yang terbakar juga dipenuhi pepohonan sehingga petugas menghadapi kendala dalam menjangkau titik-titik kebakaran.

Baca Juga:
Lestarikan Bahasa Daerah, Banyuwangi Kembali Gelar "Festival Literasi Osing"

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Partana mengatakan helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur dijadwalkan tiba di Kawah Ijen pada Minggu (6/9/2026).

"Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Jatim, helikopter water boombing akan tiba di Kawah Ijen besok," kata Partana.

Partana menjelaskan helikopter tersebut akan berangkat dari Malang menuju Bandara Banyuwangi. Setelah mendarat, armada udara itu akan melanjutkan perjalanan menuju Paltuding Kawah Ijen untuk segera melakukan pemadaman dari udara.

Selain mengerahkan personel dan peralatan pemadaman, Pemkab Banyuwangi juga mendirikan dapur umum di kawasan Kawah Ijen. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi petugas gabungan dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Dengan penetapan status tanggap darurat dan dukungan pemadaman dari udara, Pemkab Banyuwangi berharap penanganan karhutla Kawah Ijen dapat berlangsung lebih cepat dan efektif, sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.