KETIK, TUBAN – Seluruh kepala desa se-Kabupaten Tuban menyepakati penyesuaian tarif baru layanan jaringan internet dengan penyedia jasa PT PLN Icon Plus. Skema tarif baru ini akan mulai berlaku efektif bulan Oktober depan.

Kesepakatan tersebut difasilitasi melalui Rapat Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Tuban yang digelar selama tiga hari, Rabu–Jumat tanggal 23–25 September 2026 di Ruang Rapat Komisi II DPRD Tuban.

Pada hari pertama, penandatanganan Surat Berlangganan dilakukan oleh para kepala desa dari 7 kecamatan, yakni Bangilan, Senori, Jatirogo, Kenduruan, Bancar, Tambakboyo, dan Singgahan. Proses penandatanganan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kepala desa se-Tuban.

Rapat kerja tersebut melibatkan Dinas Sosial P3A dan PMD, Dinas Kominfo dan Persandian, Bagian Hukum Setda, para camat, serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Tuban.

Melalui penandatanganan Surat Berlangganan tarif baru ini, pemerintah desa mendapatkan skema efisiensi biaya layanan hingga 5 persen dari PLN Icon Plus.

Baca Juga:
Dua Kebakaran Dipicu Korsleting, Bupati KDS Minta Instalasi Listrik Dievaluasi

Paket langganan yang semula dipatok Rp2.500.000 per bulan disesuaikan menjadi Rp2.370.000 per bulan. Sementara itu, bagi desa yang memilih melakukan deaktivasi paket Internet Broadband Corporate (Wi-Fi publik/umum) dan berfokus pada jaringan privat Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), beban anggaran bulanan berkurang signifikan menjadi Rp1.223.000 per bulan.

Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, menegaskan bahwa pihaknya bertindak sebagai jembatan untuk membantu para kepala desa yang terbebani oleh penurunan anggaran desa.

"Kami menjembatani teman-teman dari seluruh kepala desa yang hari ini kami undang ke kantor dewan untuk melakukan renegosiasi terkait jaringan internet tertutup (Metronet) dan jaringan terbuka," ujar Fahmi Fikroni.

Fahmi menjelaskan, langkah renegosiasi diambil atas dasar banyaknya keluhan kepala desa terkait beban biaya internet di tengah pemangkasan anggaran desa.

Baca Juga:
Bupati Abdya Perangi Kemiskinan, HMI Sorot Tagihan PLN: Jangan Kuras Uang Rakyat!

"Banyak keluhan dari kepala desa karena anggaran desa saat ini berkurang jauh. Mereka meminta kami menjembatani agar bisa menekan harga pelayanan internet. Harapan kami, pemerintah desa tidak terbebani. Kami juga meminta ICON+ untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tidak ada lagi keluhan jaringan lemot," tegasnya.

Fahmi menambahkan, penggunaan jaringan tertutup dengan Icon Plus wajib dipertahankan demi mematuhi regulasi nasional.

"Kerja sama jaringan tertutup (Metronet) dengan ICON+ ini tidak bisa langsung dihentikan begitu saja karena sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), terutama untuk operasional Siskeudes Link," jelasnya.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Indonesia (Papdesi) Kabupaten Tuban, Sutomo, mengonfirmasi bahwa kesepakatan penandatanganan Surat berlangganan sangat membantu keuangan desa mulai bulan depan.

"Hari ini sudah penandatanganan Surat berlangganan, insyaallah bulan depan sudah tidak membayar tarif lama lagi. Opsi efisiensi Rp1,2 jutaan untuk jaringan privat untuk Siskeudes sangat membantu, sedangkan untuk internet publik diserahkan kepada kemampuan desa masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Manager Penjualan dan Pemasaran SBU Jawa Timur PT PLN Icon Plus, Arif, memastikan bahwa penyesuaian tarif hasil re-evaluasi operasional tidak akan mengurangi kualitas jaringan fiber optik maupun jaminan keamanan data Siskeudes.

"Pihak PLN Icon Plus juga menjamin kecepatan tim teknis di lapangan dalam menangani setiap aduan gangguan sinyal dari pemerintah desa," ucap Arif. 

Meski rencana penurunan tarif internet Icon Plus di pemerintahan desa. Hal ini kurang terdampak langsung terhadap masyarakat desa. Pasalnya, penggunakan Internet gratis di baledesa hanya digunakan pemerintah desa tanpa pelibatan masyarakat desa setempat.

"Tidak, Ngak pernah kami menggunakan fasilitas gratis internet desa. Ada sandi internet desa yang tahu cuma perangkat. Mending nebeng internet di warung - warung," kata Umar menanggapi manfaat internet Icon Plus yang terpasang di balei desa di wilayah Senori.(*)