Refleksi 65 tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebenarnya bukan hanya momen menghitung usia kampus. Lebih dari itu, ini adalah ruang bagi kita untuk melihat sejauh mana karya keilmuan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. 

Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, hadirnya Program Studi S3 Ekonomi Syariah melalui KMA No. 28 Tahun 2021 menjadi bukti komitmen moral dan intelektual UIN Malang. Keilmuan ini hadir bukan semata untuk menambah referensi dan disertasi di perpustakaan, melainkan untuk membuka jalan hadirnya kesejahteraan yang merata.

1. Sintesis Keilmuan Doktor: Fondasi Teori Berbasis Ulul Albab

Sebagai jenjang pendidikan tertinggi, S3 Ekonomi Syariah UIN Malang mengemban peran strategis dalam mengokohkan arah keilmuan. Ikhtiar ini diwujudkan dengan menyatukan kembali warisan pemikiran Islam klasik (turats) dan kebutuhan ekonomi modern. 

Langkah tersebut menjadi bukti nyata hadirnya visi Ulul Albab, yaitu melahirkan akademisi yang tidak hanya cerdas dan profesional, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta berakhlak mulia.

Baca Juga:
Upgrade Mindset Profesional & Spiritual: Rahasia Civitas UIN Malang Bangun Budaya Kerja Masa Depan

Melalui ruang akademik ini, mahasiswa doktor tidak hanya didorong untuk mendalami teori-teori ekonomi modern, tetapi juga diajak menggali nilai - nilai keadilan, etika, dan keberkahan yang telah diwariskan para ulama. 

Selaras dengan pesan Al-Qur'an (QS. Al-Hasyr [59]: 7), roda perekonomian hendaknya tidak hanya berputar di lingkaran mereka yang berkecukupan saja. Prinsip ini terus mengingatkan bahwa, ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang mau merangkul semua orang dan sungguh-sungguh memanusiakan sesama.

2. Kemanfaatan Riset: Dari Gagasan Ilmiah Menuju Solusi Masyarakat 

Kajian di tingkat doktor sering kali dinilai terlalu teoretis. Harapan kita bersama, UIN Malang melihat setiap disertasi tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademis saja, melainkan dirancang untuk membawa manfaat langsung. Mandat KMA No. 28 Tahun 2021 adalah menjadi pendorong bagi kita untuk terus melahirkan karya ilmiah yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan, melalui :

Baca Juga:
Sebuah Refleksi 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Penguatan Ekosistem Halal: Mendampingi pelaku usaha sekaligus merangkul lembaga keuangan syariah, agar produk lokal makin berdaya saing, terjamin kualitasnya, dan mengantongi sharia compliance.
  • Pemberdayaan UMKM: Membuka akses permodalan lewat lembaga keuangan syariah, sambil memberi dampingan tata kelola bisnis dan literasi keuangan bagi para pedagang kecil dan menengah.
  • Optimalisasi Keuangan Sosial Islam (ZISWAF): Mendorong kolaborasi lembaga keuangan syariah dan pengelola ZISWAF untuk mewujudkan tata kelola yang transparan, agar dana sosial Islam efektif menjadi jaring pengaman ekonomi masyarakat.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Chapra (1992) dalam bukunya Islam and the Economic Challenge. Ia menegaskan bahwa, inti dari pembangunan ekonomi Islam adalah mewujudkan falah, yakni kesejahteraan hakiki yang memadukan kecukupan materi dengan ketenangan jiwa.

3. Komitmen 65 Tahun UIN Malang: Merawat Mutu, Menjaga Kesejahteraan Berkelanjutan

Memasuki usia ke-65, UIN Malang makin mantap mengambil peran sebagai penjaga keberlanjutan peradaban. Di ranah inilah, Prodi Ekonomi Syariah turut mengambil bagian dengan menghadirkan pemikiran-pemikiran strategis, sekaligus mencetak para akademisi dan praktisi yang betul - betul peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

Komitmen ini terus dirawat bersama seluruh sivitas akademika. Saat ini, Prodi S3 Ekonomi Syariah tengah melangkah mantap menuju  target Akreditasi Unggul pada tahun 2028. Melalui tata kelola yang rapi dan berorientasi pada mutu, perbaikan berkelanjutan yang terus berjalan. Sebagai bagian dari keluarga besar ini, kita tentu berharap dan berdoa agar seluruh proses persiapan diberi kelancaran hingga predikat terbaik tersebut bisa terwujud.

Lewat riset S3 yang kuat dan pengabdian yang nyata, gagasan Ekonomi Syariah dialirkan dari kampus ke tengah masyarakat demi mewujudkan masa depan yang adil, sejahtera, dan penuh berkah.

Wallahu a’lamu bi al- shawab

*) H. Nur Asnawi adalah Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis.
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat pada redaksi