KETIK, BANDUNG – Kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, tidak hanya menghilangkan tempat tinggal. Musibah itu juga membuat puluhan warga kehilangan barang kebutuhan sehari-hari, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A. Saat menyerahkan bantuan bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kamis (10/9/2026), Yusuf memastikan kebutuhan anak-anak ikut menjadi bagian dari penanganan pascabencana.

“Di balik rumah yang terbakar ada keluarga yang harus kita kuatkan dan anak-anak yang masa depannya harus kita jaga,” ujar Yusuf.

Kebakaran yang terjadi Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB itu diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak lima rumah mengalami kerusakan berat dan dua rumah lainnya rusak sedang atau ringan.

Total 29 warga terdampak, termasuk 21 anak dan balita serta seorang lansia. Untuk sementara, para korban tinggal di rumah kerabat.

Baca Juga:
Bupati KDS Benahi Data Pertanahan, Targetkan PAD dan Pembangunan Makin Presisi

Menurut Yusuf, kebutuhan korban bukan hanya bahan bangunan untuk memperbaiki rumah. Anak-anak juga membutuhkan buku, pakaian, sepatu, tas hingga alat tulis agar aktivitas pendidikan mereka tidak ikut terhenti akibat musibah.

“BAZNAS tidak cukup hanya membawa bantuan, tetapi harus mendengar kebutuhan mereka, menghubungkan berbagai pihak, dan ikut mengawal pemulihannya,” katanya.

Sebelum bantuan disalurkan, BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung melakukan asesmen terhadap kondisi warga. Relawan mendata tingkat kerusakan, jumlah korban, kelompok rentan, tempat tinggal sementara hingga kebutuhan yang paling mendesak.

Hasil pendataan tersebut kemudian menjadi dasar penyaluran bantuan agar tidak sekadar banyak, tetapi sesuai kebutuhan warga terdampak.

Baca Juga:
Bupati KDS Instruksikan Perbaikan 10 Rumah Warga dan Saluran Irigasi Terdampak Longsor Kutawaringin

Yusuf mengatakan penanganan korban kebakaran membutuhkan kerja bersama. Dalam penyerahan bantuan tersebut hadir unsur Pemkab Bandung, antara lain Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Sosial, Camat Pacet, Pemerintah Desa Maruyung, anggota DPRD serta unsur terkait lainnya.

“Ini membutuhkan gotong royong. Pemerintah, BAZNAS, relawan, dunia usaha dan masyarakat bisa mengambil bagian dalam proses pemulihan,” ujarnya.

BAZNAS Kabupaten Bandung juga membuka ruang bagi masyarakat, aparatur, pelaku usaha dan komunitas yang ingin membantu pemulihan warga terdampak melalui donasi kemanusiaan, infak dan sedekah.(*)