KETIK, BANDUNG – Bantuan bagi warga terdampak longsor di RW 17, Desa/Kecamatan Kutawaringin, langsung digerakkan Pemerintah Kabupaten Bandung bersama BAZNAS dan Dinas Sosial.

Selain memastikan penanganan lokasi, bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang rumahnya terdampak bencana.

Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung lokasi longsor, Kamis (10/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyerahkan bantuan biaya kontrakan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Sementara Dinas Sosial dan BAZNAS Kabupaten Bandung menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terdampak.

“Untuk perbaikan rumah, khususnya yang rusak ringan sebanyak 10 unit, akan ditangani Pemkab Bandung delapan unit dan BAZNAS dua unit,” kata KDS.

Baca Juga:
KDS Perkuat Irigasi, Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas

Menurut Dadang, penanganan korban dilakukan secara bertahap. Selain bantuan kebutuhan dasar dan tempat tinggal sementara, pemerintah juga menyiapkan perbaikan rumah warga yang terdampak.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan warga tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak selama proses penanganan berlangsung.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kutawaringin pada Rabu (9/9/2026) dini hari. Peristiwa sekitar pukul 03.00 WIB itu berdampak terhadap permukiman warga di sekitar saluran irigasi Leuwikuya.

Berdasarkan asesmen di lapangan, dua rumah mengalami kerusakan berat. Sejumlah rumah lainnya turut terdampak akibat longsoran.

Baca Juga:
Bupati KDS Benahi Data Pertanahan, Targetkan PAD dan Pembangunan Makin Presisi

KDS mengatakan kondisi saluran irigasi Leuwikuya menjadi salah satu perhatian dalam penanganan bencana tersebut. Saluran itu disebut telah dibangun sejak era kolonial dan kondisinya kini mengalami pendangkalan.

“Irigasi sudah dangkal sehingga ketika hujan tak mampu lagi menahan luapan air. Irigasi juga rentan jebol sehingga terjadi longsor,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, Pemkab Bandung bersama instansi terkait melakukan penanganan teknis di lokasi.

Camat Kutawaringin Mamet Slamet mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, BPBD, serta BKSDA Jawa Barat.

Menurut Mamet, hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. “Sebagai langkah penanganan, kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PUTR, Disperkimtan, BPBD dan BKSDA Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

BKSDA Jawa Barat, lanjut Mamet, akan melakukan penanganan longsoran dengan memasang beronjong di sekitar lokasi.

“Hasil asesmen di lokasi, BKSDA akan segera menanggulangi longsoran dengan memasang beronjong di lokasi longsor,” ujarnya.

Pemasangan beronjong diharapkan dapat memperkuat area terdampak dan mengurangi risiko pergerakan tanah kembali, sekaligus melindungi permukiman warga serta infrastruktur di sekitarnya.

Penanganan tersebut turut melibatkan Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala Dinsos Ningning Hendasah, Camat Kutawaringin Mamet Slamet, Kapolsek Soreang Oeng H, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Bandung H Sarnapi, serta Kepala Desa Kutawaringin Dede Darmawan.

Melalui kolaborasi tersebut, kebutuhan warga diharapkan dapat ditangani bersamaan dengan upaya pemulihan kawasan terdampak longsor.(*)