KETIK, JAWA TENGAH – Ketenangan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tenga pecah pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026. Mereka dikejutkan suara dentuman keras yang berasal dari sebuah bangunan tua peninggalan zaman Belanda. 

Bangunan lawas tersebut tiba-tiba ambruk. Selama ini bangunan tersebut dimanfaatkan warga sebagai sarana olahraga badminton. Namun, bangunan yang telah berdiri sejak masa kolonial itu roboh dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua anak perempuan meninggal dunia. Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Dukuhturi, yakni Kinarian Yusfina Arfadhia, 7 tahun, dan Kinara Nafasya Jeslyn, 4 tahun.

 

Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi Reruntuhan

Baca Juga:
Tertimpa Pohon Tumbang, Pengendara Sepmor di Simeulue Meninggal

Warga bersama petugas langsung melakukan penanganan setelah bangunan ambruk. Mereka berupaya mengevakuasi korban sekaligus membersihkan material bangunan yang menutupi area sekitar.

Tumpukan material reruntuhan yang cukup tebal juga menutup ruas jalan yang menjadi akses menuju Kantor Kecamatan Bumiayu dan Lapangan Asri. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan alat berat.

 

Relawan membereskan puing reruntuhan. (Foto: Rusmanto/Ketik.com)

 

PT Andalan Beton kemudian membantu proses evakuasi dengan mengerahkan alat berat ke lokasi. Perusahaan tersebut menurunkan satu unit excavator serta dua unit alat penghancur beton atau breaker untuk mempercepat proses pembongkaran.

CEO PT Andalan Beton Ajie Fajar Islam Ardian, S.H., mengatakan petugas perlu menangani material bangunan secara hati-hati agar proses pembongkaran berlangsung aman.

"Material bangunan yang menumpuk harus segera ditangani agar proses pembongkaran berjalan aman dan cepat maka pihaknya mengerahkan, 1 unit Excavator untuk mengangkat dan memindahkan material reruntuhan serta 2 unit Alat Penghancur Beton (Breaker)," tuturnya.

Menurut Ajie, petugas terlebih dahulu memecah tumpukan dinding dan beton menggunakan breaker sebelum memindahkan material dari lokasi.

"Lebih lanjut, tumpukan dinding dan material beton harus dipecah terlebih dahulu menggunakan mesin breaker penghancur beton agar proses pembongkaran dapat dilakukan dengan lebih aman dan tidak membahayakan petugas di lapangan,” ujarnya.

Ajie yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Brebes menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Ia berharap keluarga korban mendapat ketabahan dalam menghadapi kehilangan.

 

Relawan bekerja keras menghancurkan reruntuhan yang tebal dengan alat breaker. (Foto: Rusmanto/Ketik.com)

 

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Bumiayu juga menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam, khususnya kepada keluarga dua korban meninggal dunia.

Camat Bumiayu berharap keluarga korban memperoleh kekuatan untuk menghadapi musibah tersebut.

Sementara itu, personel Polsek Bumiayu bersama TNI dari Koramil 08/Bumiayu dan sejumlah instansi terkait masih menangani lokasi kejadian. Petugas juga melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti bangunan tua tersebut ambruk.

Bantuan alat berat turut mempercepat proses pembongkaran puing bangunan. Petugas dapat lebih cepat membuka akses di sekitar lokasi sehingga penanganan lanjutan bisa berjalan.

Salah satu anggota TNI dari Koramil 08/Bumiayu menyebut bantuan alat berat sangat membantu proses pembersihan material dan penanganan di lokasi.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau memasuki area reruntuhan selama proses pembongkaran dan penanganan berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan susulan dan menjaga keselamatan warga maupun petugas.