KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus mendorong upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemkot Madiun menggelar audensi bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Balai Kota Madiun.

Dalam pertemuan itu, pihak PNM menyampaikan sejumlah program yang selama ini mereka jalankan. Mulai dari pembiayaan pelaku usaha ultra mikro, hingga pendampingan dan pelatihan bagi nasabah.

Pihak PNM juga berencana menggelar kegiatan Pembinaan Kapasitas Usaha (PKU) yang akan melibatkan 500 nasabah di Kota Madiun.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menyambut baik peran PNM dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Baca Juga:
Wakil Ketua DPRD Pekalongan Sumar Rosul Dorong Kapolres Cup Drag Bike Digelar Rutin, Tekan Balap Liar dan Dongkrak UMKM

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah maupun lembaga mitra dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Mas Bagus juga menyampaikan bahwa memang saat ini Pemkot Madiun tengah fokus meningkatkan kualitas UMKM. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga pendampingan kurasi produk, hingga penyediaan ruang promosi dan pemasaran.

"Hari ini kami tidak lagi fokus pada kuantitas UMKM, tetapi kualitasnya. Karena itu kami sedang menata sistem pelatihan, pendampingan, hingga ruang usaha agar pelaku UMKM benar-benar bisa naik kelas dan berkembang," ujarnya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Pemkot Madiun kini juga tengah menyiapkan sistem pembinaan UMKM yang lebih terstruktur melalui kelas-kelas pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga:
Rayakan Hari Jadi Ke-1147 Kota Kediri, Mbak Wali Hadirkan Ruang Kolaborasi Kreatif Lintas Generasi Lewat Kediri Mapan Expo

Melalui skema tersebut, pelaku UMKM akan mendapatkan pembinaan yang lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan.

Dengan langkah itu, diharapkan lahir UMKM yang semakin mandiri, produktif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)