KETIK, MAGETAN – Upaya pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu terus dilakukan oleh petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, petugas gabungan melaksanakan pemantauan titik kepulan asap di kawasan perbatasan jalur pendakian Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan pemantauan dilaksanakan dari Menara Sakura Hills, kawasan Cemoro Kandang, Tawangmangu, dengan melibatkan Kapolsek Plaosan AKP Agus Witarno, Asper KPH Lawu DS BKPH Lawu Selatan, Danramil Plaosan, anggota Sat Samapta Polres Magetan, serta anggota Polsek Plaosan.

Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kebakaran di kawasan hutan Gunung Lawu wilayah Karanganyar, sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya titik api ke wilayah Kabupaten Magetan.

Dari hasil pemantauan, masih terlihat beberapa titik kepulan asap putih di area hutan Gunung Lawu wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satu lokasi kepulan asap yang paling dekat dengan perbatasan Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu berada di sebelah barat jalur antara Pos 1 dan Pos 2 pendakian Cemoro Kandang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas gabungan mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan hutan pegunungan yang memiliki medan cukup sulit dijangkau. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan titik asap serta mendukung langkah penanganan yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

Baca Juga:
44 Persen Aduan Warga Kota Madiun Tuntas! Plt Wali Kota Bagus Panuntun Turun Langsung Sisir Belasan Titik

Sementara itu, upaya pemadaman oleh petugas penanganan karhutla di wilayah Jawa Tengah masih terus dilakukan, salah satunya melalui penyiraman menggunakan helikopter atau water bombing. Berdasarkan informasi yang diterima, penyiraman melalui udara tersebut telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali.

Di sisi lain, relawan dari kawasan Cemoro Sewu, Magetan, tetap bergabung dan berkoordinasi dengan relawan Cemoro Kandang untuk membantu upaya pemadaman di lokasi terdampak. Sinergi lintas wilayah ini menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, mengingat kawasan Gunung Lawu berada di wilayah perbatasan dua provinsi.

Kapolsek Plaosan AKP Agus Witarno menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi kebakaran dapat diketahui secara cepat dan menjadi dasar bagi petugas dalam menentukan langkah antisipasi.

“Dari hasil pemantauan, masih terlihat beberapa kepulan asap putih di kawasan hutan Gunung Lawu wilayah Karanganyar, termasuk titik yang lokasinya relatif dekat dengan perbatasan Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Kami bersama petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi apabila terjadi perkembangan kebakaran yang berpotensi mengarah ke wilayah Kabupaten Magetan,” ujar AKP Agus Witarno.

Baca Juga:
Turun Langsung ke Lapangan, Plt Wali Kota Madiun Pastikan Tindak Lanjuti Keluhan Warga

Lebih lanjut, Kapolsek Plaosan menegaskan pentingnya kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan para relawan. Menurutnya, kesiapsiagaan serta komunikasi yang baik sangat diperlukan agar setiap perkembangan situasi dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mengapresiasi upaya seluruh petugas dan relawan yang terus bekerja dalam penanganan kebakaran hutan Gunung Lawu. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api atau kepulan asap di kawasan hutan. Keselamatan personel dan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Petugas gabungan akan terus memantau perkembangan kondisi di kawasan perbatasan Cemoro Sewu–Cemoro Kandang serta memperkuat koordinasi dengan petugas penanganan karhutla di wilayah Jawa Tengah. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya dampak kebakaran ke wilayah Kabupaten Magetan.

Melalui sinergi TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan, upaya penanganan karhutla di kawasan Gunung Lawu diharapkan dapat berjalan optimal, sehingga kelestarian hutan, keselamatan masyarakat, dan keamanan wilayah sekitar tetap terjaga. (*)