KETIK, SIDOARJO – Ribuan PPPK Pemkab Sidoarjo menerima perpanjangan masa kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dalam apel akbar di Parkir Timur GOR Delta Senin (2 November 2026), mereka hadir penuh semangat dengan gaji sekitar Rp 2,6 juta. Total ada 3.794 orang menerima SK perpanjangan PPPK.
Sejak sekitar pukul 05.30 sebagian PPPK sudah terlihat berdatangan. Padahal, lokasi apel masih dibersihkan dari sisa-sisa sampah kegiatan sehari sebelumnya. Mereka terus berduyun-duyun tiba di lokasi menjelang saat dimulainya apel akbar pada pukul 07.00.
"Waduh, Pak. Gupuh kabeh iki. Nyapu jalan mulai setengah lima (04.30 WIB) langsung apel," ungkap seorang PPPK di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.
Petugas dengan lantang memanggil para ASN itu untuk berbaris rapi. Namun, ternyata masih ada pula yang terlihat datang terlambat. Apel telah dimulai, mereka buru-buru masuk lewat barisan belakang.
Baca Juga:
Perpanjang PPPK Paruh Waktu, Pemkab Sidoarjo Siapkan Peningkatan KesejahteraanRibuan PPPK itu berseragam rapi. Bersepatu. Berbaris dengan uniform keki, stelan seragam pasukan Satpol PP, rompi, dan sebagainya. Seragam mencerminkan tugas dan OPD tempat mereka bekerja.
Namun, ada pula yang belum mengenakan seragam. Pakai celana jins, celana warna-warni, baju hitam putih, sepatu bebas, bahkan cuma sandal jepitan.
Dalam arahannya, Pj Sekda Kabupaten Sidoarjo M. Ainur Rahman meminta para PPPK menunjukkan kerja dan kinerja yang terbaik. Mereka bukan pelengkap, melainkan bagian dari aktor yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Jangan merasa menjadi ASN yang kesekian," ujarnya.
Baca Juga:
Lepas Letkol Abraham dengan Doa, Bupati Subandi Sambutt Kolaborasi dengan Letkol AnsyariPara PPPK harus bangga sebagai ASN Pemkab Sidoarjo. Kebanggaan itu dibuktikan dalam tingkah laku. Tunjukkan profesionalisme dalam bekerja dan kinerja. Teruslah belajar hal-hal baik agar kualitas meningkat dalam melaksanakan tanggung jawab. Kepala-kepala OPD diminta memberikan pengarahan kepada PPPK di OPD masing-masing.
"Jangan tiru hal-hal yang tidak baik," tegas Ainur Rahman.
Selesai apel akbar, para PPPK mendapatkan panggilan untuk tawaran pinjaman dari Bank Delta Artha (Perseroda), banknya orang Sidoarjo. Sebagian langsung menuju meja gerai mini di sisi timur. Mereka antusias bertanya tentang kemungkinan dapat pinjaman dari Delta Artha.
"Ayo ndang disekolahno, ben SK-ne tambah pinter," ujar mereka
Tapi, sebagian besar memilih langsung pulang saja. Tak berani pinjam. Kabarnya, limit pinjaman sampai Rp 20 juta. Tenor hingga 1 tahun. Tawaran tersebut dirasa masih mengkhawatirkan bagi para PPPK.
Mereka mengaku takut mengajukan pinjaman. Gaji dianggap terlalu kecil, cuma Rp 2,6 juta. Tidak ada tunjangan lainnya.
"Nanti saja kalau gaji sudah UMK," ujar mereka. (*)