KETIK, PAGAR ALAM –>Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memilih langkah kreatif, dengan mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Salahsatunya kawasan Taman Apung di sekitar Lapangan Merdeka, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam Sumsel.
Di bawah pengelolaan Dinas Koperasi Kota Pagar Alam Sumsel, kawasan tersebut kini mulai hidup dengan aktivitas puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Tak hanya menjadi ruang usaha, Taman Apung diarahkan menjadi salahsatu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Pagar Alam Sumsel H. Ludi Oliansyah mengatakan, pengembangan Taman Apung merupakan bagian dari strategi pemerintah, dalam memberikan ruang sekaligus dukungan kepada pelaku UMKM, agar dapat berkembang dan ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Baca Juga:
Jelang Hari Lahir Kejaksaan, Pedagang Pasar Among Tani Desak Kejari Batu Tetapkan Tersangka KorupsiKita ingin di lokasi ini nantinya ada sentral pusat oleh-oleh khas Pagar Alam. "Kita juga akan menggandeng investor lokal dan luar daerah serta menjalin kerja sama semua pihak, sehingga masyarakat turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Pagar Alam,” ungkap Wako.
Saat ini, terdapat lebih dari 38 pelaku UMKM menempati kontainer box di kawasan Taman Apung.
Beragam produk kuliner ditawarkan, mulai dari jajanan kekinian hingga makanan yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal.
Menariknya, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut menunjukkan perputaran ekonomi yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil dialog dengan para pelaku usaha, omzet masing-masing UMKM berkisar Rp600 ribu hingga Rp5 juta per hari.
Baca Juga:
Bangunan Tua Ambruk di Bumiayu Brebes, Dua Anak Perempuan Meninggal DuniaJika dikalkulasikan, perputaran uang di kawasan Taman Apung pada hari biasa rata-rata mencapai sekitar Rp15 juta per hari.
Sementara saat akhir pekan, angka tersebut dapat melonjak hingga sekitar Rp50 juta. Ini sangat Potensial menjadi salahsatu alasan kita terus mendorong pengembangan kawasan Taman Apung.
"Pemerintah berharap lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi berkembang, sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang publik yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan,” ungkap Ludi.
Untuk meningkatkan kunjungan, tamba Wako, Dinas Koperasi Pagar Alam Sumsel juga menghadirkan berbagai kegiatan hiburan dan kreativitas.
Mulai dari lomba karaoke, pertunjukan musik langsung, akustik hingga berbagai kegiatan seni dan budaya.
Walikota menegaskan, para pelaku seni dan budaya lokal juga akan diberikan ruang untuk tampil di kawasan tersebut.
“Pelaku kesenian dan kebudayaan di Pagar Alam Sumsel yang ingin tampil pun kita berikan ruang di sini. Kita berharap dengan keberadaan Taman Apung yang diisi aktivitas UMKM, pertumbuhan ekonomi di Pagar Alam Sumsel semakin baik, PAD meningkat dan memperkenalkan Pagar Alam Sumsel sebagai kota wisata,” katanya.