KETIK, CILACAP – Sebanyak 361 siswa SMA Negeri Sampang, Kabupaten Cilacap, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari jumlah tersebut, enam siswa menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang dan 19 siswa harus dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUD Cilacap.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Cilacap, Hasanuddin, mengatakan keluhan mulai dirasakan para siswa sejak Selasa malam, 22 September 2026.
Kondisi sejumlah siswa kemudian memburuk pada Rabu pagi saat berada di sekolah.
"Gejala ini sudah dirasakan siswa tadi malam, keadaan memburuk pada pagi hari saat mereka berada di Sekolah," ujar Hasanuddin, Rabu, 23 September 2026.
Baca Juga:
Para Bakal Calon Segera Siapkan Syarat, Pilkades 48 Desa di Cilacap Digelar 17 DesemberSebanyak 361 siswa yang mengalami keluhan tersebut terdiri dari 108 siswa kelas 10, 125 siswa kelas 11, dan 128 siswa kelas 12.
Menurut Hasanuddin, para siswa yang mengalami keluhan langsung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan.
Sebanyak 70 siswa dengan gejala yang masih aman telah diberikan pengobatan.
Sementara itu, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang.
Baca Juga:
ABPEDNAS Cilacap Diminta Bekerja Secara Objektif dan Bisa Menyerap Usulan MasyarakatEnam siswa lainnya menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang, sedangkan 19 siswa dirujuk untuk menjalani rawat inap di RSUD Cilacap.
"Penting bagi kami adalah memberikan pelayanan kesehatan terhadap anak-anak kami yang diduga mengalami keracunan MBG ini. Selanjutnya kami koordinasi dengan pihak SPPG dan sudah meluncur ke lokasi guna melakukan pemeriksaan lokasi," kata Hasanuddin.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa.
Sampel makanan akan diambil dan segera dikirimkan ke Lapkes Provinsi Jawa Tengah untuk diperiksa.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang dialami siswa berkaitan dengan sampel makanan atau terdapat faktor lain, termasuk air dan faktor lainnya.
Selain pemeriksaan sampel, Dinas Kesehatan bersama RSUD juga berkoordinasi dengan Korwil BGN Cilacap.
Untuk sementara, operasional SPPG dihentikan hingga proses pemeriksaan selesai dan hasilnya diketahui.
"Jadi pihak Dinas Kesehatan bersama dengan RSUD melakukan koordinasi dengan Korwil BGN Cilacap, untuk sementara operasional dihentikan terlebih dahulu sampai dengan proses pemeriksaan ini selesai dan mendapatkan hasil," pungkas Hasanuddin.(*)