KETIK, PEMALANG – SMP Negeri 3 Comal, Kabupaten Pemalang, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema "MPLS Ramah dan Menyenangkan".
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, itu diikuti oleh 288 peserta didik baru yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel).
Kepala SMPN 3 Comal, Bangun Budi Utomo, mengatakan tema tersebut dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah.
"Melalui MPLS yang ramah dan menyenangkan, kami ingin menghadirkan suasana sekolah yang membuat anak-anak merasa nyaman, senang, dan siap menjadi calon pemimpin bangsa pada tahun 2045," ujar Bangun kepada Ketik.com, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, peserta didik saat ini merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.
Baca Juga:
Jumat Kliwon Berbagi, Lambe Umpres dan Kecamatan Comal Rangkul Anak Punk hingga Tukang BecakKarena itu, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih humanis dengan memperkuat interaksi antara siswa dan guru.
"Kami ingin mereka lebih banyak berinteraksi di dunia nyata, bertemu dengan bapak dan ibu guru yang mampu memberikan rasa nyaman. Jangan sampai anak-anak hanya terpaku pada telepon genggam," katanya.
Sebagai bagian dari penguatan karakter, SMPN 3 Comal juga memberikan materi mengenai etika bermedia sosial.
Materi tersebut dinilai penting agar para siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan terhindar dari dampak negatif dunia digital.
Baca Juga:
Cetak Generasi Berkarakter, Pemkot Madiun Libatkan Orang Tua dalam Penutupan MPLSTak hanya itu, pelaksanaan MPLS tahun ini juga melibatkan Pemerintah Kecamatan Comal.
Pada hari terakhir, para peserta didik mengikuti kegiatan kerja bakti atau korve bersama di lingkungan sekolah.
Bangun menyebut keterlibatan pemerintah kecamatan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa baru.
"Anak-anak merasa didukung oleh pemerintah yang ada di Kecamatan Comal. Hal itu tentu menjadi kebahagiaan bagi mereka maupun bagi kami sebagai sekolah," ujarnya.
Ia menjelaskan, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, melainkan juga momentum untuk membentuk karakter peserta didik sebagai warga negara yang bertanggung jawab, terutama dalam hal menjaga kebersihan, kesehatan, dan kedisiplinan.
Selain itu, SMPN 3 Comal juga terus mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal.
Dengan luas lahan sekolah yang mencapai hampir dua hektare, para siswa dibiasakan memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aktivitas berbasis ekologi.
"Harapan kami ke depan, budaya peduli lingkungan terus tumbuh sehingga SMPN 3 Comal dapat mewujudkan diri sebagai sekolah Adiwiyata," pungkas Bangun.(*)