KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) resmi melepas kontingen yang akan berlaga dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 pada Jumat, 4 Agustus di Ruang Rapat Lantai 1 Graha Rektorat UM. 

Pelepasan tersebut diikuti oleh 15 mahasiswa beserta pembimbing yang akan mewakili UM pada tiga tangkai kompetisi, yakni vokal, baca puisi, dan menulis puisi. 

Dalam kegiatan ini, UM sepenuh hati mendukung dengan memberikan motivasi, arahan, dan doa agar semua peserta siap secara mental dan optimal menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Pelepasan kontingen secara resmi dihadiri Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UM, Prof. Dr. Eng. Ir. Siti Sendari, S.T., M.T., serta para mahasiswa dan pembimbing kontingen.

Dari 15 jenis kompetensi yang dipertandingkan dalam Peksiminas, delegasi UM berhasil lolos di tiga tangkai, yakni vokal yang diwakili oleh 13 mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Sastra (FS), dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Sementara itu, dalam kompetisi baca dan menulis puisi, masing-masing diwakili oleh satu mahasiswa dari Fakultas Sastra.

Baca Juga:
Viral Isu Penghentian MBG, DPRD Kota Malang Tegaskan Program Prabowo Tetap Berjalan

Koordinator Utama Peksiminas UM mengungkapkan bahwa capaian jni tentunya menjadi perkembangan positif nagi kontingen UM. Pada Peksiminas 2022, UM meloloskan dua tim, sedangkan pada 2024 belum ada tim yang berhasil melaju ke tingkat nasional.

“Pada tahun 2022 hanya dua tim yang masuk, sedangkan pada tahun 2024 tidak ada tim UM yang lolos ke Peksiminas. Alhamdulillah, pada tahun 2026 terdapat tiga tangkai yang berhasil lolos ke Peksiminas,” ujarnya.

Wakil Rektor I UM, Prof. Ibrahim Bafadal, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dan para pembimbing dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. 

Ia menilai kelolosan tersebut merupakan hasil dari kerja keras yang perlu disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi.

Baca Juga:
Sambangi Kampung Putih, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi hingga Wacanakan Buku Bahasa Walikan

Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam Peksiminas tidak hanya semata-mata untuk mengharumkan nama institusi. 

Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, memperluas pengalaman, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kompetisi ini bukan semata-mata untuk mengibarkan bendera UM di atas panggung, tetapi memiliki esensi yang lebih dalam, yaitu mengantarkan minat dan bakat mahasiswa agar semakin berkembang. Saya berharap mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membangun relasi dengan teman-teman dari berbagai universitas,” jelas Prof. Ibrahim.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan identitas kontingen Peksiminas UM oleh Wakil Rektor I kepada perwakilan mahasiswa, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. 

Keberhasilan meloloskan peserta pada tiga tangkai kompetisi menjadi bukti bahwa mahasiswa UM memiliki potensi untuk bersaing dan berkarya di tingkat nasional.

Capaian Tim Pengembang Seni UM dalam menembus panggung nasional juga mencerminkan komitmen kampus dalam menyediakan ruang yang sehat bagi pengembangan kreativitas dan ekspresi mahasiswa. 

Dukungan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan minat, bakat, dan kompetensi mahasiswa secara holistik. 

Selain itu, semangat dalam membangun relasi dan jejaring antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut mendukung Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.(*)