KETIK, CILACAP – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di berbagai daerah. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, turut ambil bagian dengan menginisiasi penanaman tanaman pangan alternatif pengganti beras di Kabupaten Cilacap.
Bersama tim Rumah Aspirasi Mas Kaisar, kegiatan tersebut digelar di enam titik wilayah Kecamatan Kroya pada Minggu, 19 April 2026. Total lebih dari seratus bibit tanaman ditanam sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan di tingkat lokal.
Penanaman dibagi dalam dua jenis komoditas, yakni singkong atau ketela pohon di tiga lokasi dan talas di tiga titik lainnya. Kedua tanaman ini dipilih karena dinilai berpotensi menjadi sumber pangan pendamping beras.
Tim Rumah Aspirasi Mas Kaisar, Mahfudzen Adi Prabowo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mendorong kader partai di legislatif untuk aktif mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Mas Kaisar merespons cepat perintah dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang menginstruksikan seluruh jajaran DPR RI, DPC dan DPRD untuk melakukan penanaman pohon pengganti beras untuk mendorong ketahanan pangan yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah," ujar Mahfudzen.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan wilayah kecamatan lain. Jenis tanaman yang akan dikembangkan juga akan diperluas, mencakup jagung, kentang, ubi jalar, serta komoditas lain yang berpotensi menjadi alternatif pangan.
Dalam pelaksanaannya, tim bekerja sama dengan kader partai dan masyarakat yang memiliki lahan. Mereka juga berkomitmen untuk mendampingi warga dalam proses penanaman hingga panen agar hasilnya benar-benar memberi manfaat.
Selain itu, penggunaan bibit dari petani lokal menjadi bagian dari strategi untuk mendorong perputaran ekonomi di desa.
"Kita mengedepankan mengambil bibit dari petani lokal, ini salah satu upaya Mas Kaisar untuk mendorong pergerakan ekonomi di desa-desa. Diharapkan dapat meningkatkan perekonomian petani lebih sejahtera," pungkas Mahfudzen. (*)
