Warga dan Pokdarwis Gelar Istigasah Minta Gerbang Permanen Waduk Malahayu Brebes Dibuka Kembali

22 Juni 2026 13:28 22 Jun 2026 13:28

Makroni, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Warga dan Pokdarwis Gelar Istigasah Minta Gerbang Permanen Waduk Malahayu Brebes Dibuka Kembali

Sejumlah peserta dan pihak terkait berfose bersama di depan pintu gerbang utama Waduk Malahayu Brebes usai acara (Foto: Yuli For Ketik.com)

KETIK, BREBES – Ratusan warga bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta aktivis lingkungan menggelar aksi doa bersama dan istigasah kubra di sekitar kawasan wisata Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Senin 22 Juni 2026.

"Hari ini kita berdo'a bersama sama supaya pintu gerbang utama dibuka kembali seperti dulu kala," kata H.Mahfudin dalam dalam doa.

Aksi spiritual ini digelar sebagai bentuk luapan harapan masyarakat agar pemerintah pusat bersedia membuka kembali pintu gerbang utama (gerbang legendaris) yang kini telah ditutup secara permanen.

Penutupan pintu gerbang depan dan belakang tersebut merupakan imbas dari regulasi ketat pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Pascaproyek revitalisasi besar-besaran, struktur utama bendungan dikategorikan sebagai zona merah objek vital nasional yang steril dari lalu lintas kendaraan umum demi faktor keselamatan infrastruktur.

Ketua Pokdarwis setempat, Suroto menyampaikan bahwa penutupan pintu gerbang ikonik ini berdampak sangat fatal bagi kelangsungan hidup warga sekitar. Sejak gerbang ditutup, alur wisatawan berkurang drastis karena harus melewati jalur alternatif yang memutar lebih jauh.

"Kami menggelar istigasah ini mengetuk pintu langit sekaligus mengetuk hati para pemangku kebijakan di pusat. Penutupan gerbang ini membuat pendapatan pedagang kecil, pelaku UMKM, dan pemandu wisata turun drastis. Akses yang dialihkan membuat wisatawan enggan berkunjung ke spot-spot utama," ujar Suroto di sela-sela lantunan doa.

Melalui kegiatan istigasah ini, warga tidak bermaksud menentang aturan keselamatan yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, mereka berharap ada solusi atau dispensasi kebijakan yang saling menguntungkan (win-win solution). 

Warga mengusulkan agar gerbang tetap bisa dibuka khusus untuk pejalan kaki atau dengan sistem pembatasan ketat pada jam-jam tertentu, bukan ditutup total untuk selamanya.

Yayah dan Umar, dua orang yang mewakili pedagang sangat berharap pintu gerbang bisa dibuka mengingat semenjak pintu gerbang ditutup pengunjung semakin sepi, sehingga berdampak pada penghasilan dan ekonomi pedagang.

"Kami para pedagang di Wisata Malahayu sangat berharap dibuka kembali memgingat sejak ditutup sangat mempengaruhi pengjasilan kami, pengunjung semakin sepi", ujarnya.

Meskipun Dinbudpar Brebes saat ini tengah mengupayakan penataan fasilitas di jalur alternatif dan menegaskan objek wisata tetap buka 24 jam, masyarakat menilai denyut nadi perekonomian warga lokal tetap berada di rute gerbang utama.

Warga berharap hasil dari doa bersama ini dapat didengar oleh Kementerian PUPR dan BBWS agar mereka mengevaluasi kembali tata ruang operasional bendungan dengan mempertimbangkan nasib perut rakyat kecil. 

Sementara itu pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) yang diwakili omDodo Wardoyo, Kepala Unit Pengelola Bendungan IV (Kuningan Darma dan Malahayu) merangkap PPNS SD BBWS Cimancis menyebutkan pintu bisa dibuka namun dengan mengikuti aturan zona yang ditetapkan oleh BBWS.

"Hasil koordinasi dengan Kepala BBWS Cimancis Pintu gerbang bisa dibuka, namun pengunjung tetap dilarang masuk kawasan zona merah, maka nanti BBWS Cimancis akan memasang portal di samping kantor jalan yg menuju ke Tanggul Bendungan," ujarnya.

Turut hadir Kepala Desa Malahayu, Muspika Kecamatan Banjarharjo, Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes, Dinkominfotik Kabupaten Brebes, Polsek Banjarharjo, LSM Jakakali, Pengurus Pokdarwis dan para pedagang di lokasi waduk Malahayu (*)

Tombol Google News

Tags:

Pokdarwis Geger Halang Waduk Malahayu Gelar Istigosah BBWS Cimancis Pintu Akan Dibuka.