Bukan Cuma Beri Makan Gratis, MBG Bondowoso Ikut Hidupkan Peternak Ayam Petelur Lokal

30 Agustus 2026 16:41 30 Agt 2026 16:41

Hanifuddin Musa, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bukan Cuma Beri Makan Gratis, MBG Bondowoso Ikut Hidupkan Peternak Ayam Petelur Lokal

Kandang Peternak yang menyuplai SPPG di desa Kopang, Kecematan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso, terus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha peternak petelur.

Bayangin saja, di SPPG Kembang di bawah naungan Yayasan Putra Bangsa, Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso misalnya, dalam satu kali penyajian menu telur, Yayasan atau dapur MBG ini membutuhkan sekitar 163 kilogram telur. Maka ini tentu sangat membantu dan menghidupi ekonomi lokal.

"Iya, keberadaan program MBG sangat menyerap hasil-hasil peternak lokal, terutama yang berada di sekitar dapur,” ujar Kepala Bidang Humas Yayasan Putra Bangsa Bondowoso, Sumartono, kepada Ketik.com, Minggu, 30 Agustus 2026.

Oleh karena itu, Sumartono menyebut, kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi. Namun, saat ini kapasitas sebagian peternak masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan SPPG.

“Salah satu kandang yang kami ambil telurnya produksinya sekitar 70 kilogram per hari. Sementara kebutuhan sekali menu bisa mencapai 163 kilogram, sehingga masih ada kekurangan sekitar 30 kilogram,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SPPG melakukan kolaborasi dengan peternak lain di sekitar wilayah Bondowoso. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan telur tetap terpenuhi sekaligus memperluas keterlibatan peternak lokal.

“Kita ambil dari kandang yang lain. Harapannya memang ada kolaborasi antara MBG, SPPG, dan peternak lokal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” imbuhnya.

Sumartono menambahkan, untuk harga pembelian telur, ia mengaku mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di daerah setempat.

Saat ini harga telur yang dibeli dari peternak berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram dan harga bisa berubah sewaktu-waktu. Kendati masih minimnya peternak lokal, ia berharap pemerintah turut memberikan dukungan kepada peternak lokal, khususnya dalam aspek permodalan.

Menurutnya, keterbatasan modal menjadi salah satu kendala peternak untuk meningkatkan populasi ayam petelur.

“Harganya mengikuti HET tertinggi yang berlaku di daerah tersebut. Jadi tidak bisa selalu sama, menyesuaikan kondisi harga,” tuturnya.

“Peternak masih kekurangan modal untuk menambah jumlah ayam. Padahal kalau produksi bisa ditingkatkan, kita bisa lebih banyak menyerap dari peternak terdekat sehingga tidak perlu mengambil dari tempat yang jauh,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Peternak Ayam Petelur MBG kabupaten bondowoso