KETIK, BOGOR – Menurunnya populasi kunang-kunang tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya habitat alami. Pakar entomologi IPB University mengungkapkan bahwa polusi cahaya dari lampu buatan, termasuk lampu LED yang semakin banyak digunakan di kawasan perkotaan, turut mempercepat hilangnya serangga bercahaya tersebut.
Dosen dan peneliti dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Upik Kesumawati Hadi, menjelaskan bahwa cahaya buatan dapat mengganggu proses reproduksi kunang-kunang.
Menurutnya, kunang-kunang mengandalkan sinyal cahaya alami sebagai sarana komunikasi saat mencari pasangan. Ketika lingkungan dipenuhi cahaya lampu yang terlalu terang, kunang-kunang jantan kesulitan mendeteksi sinyal yang dipancarkan betina.
Akibatnya, proses perkawinan tidak berjalan optimal dan peluang berkembang biak menjadi semakin kecil. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi terhadap penurunan populasi kunang-kunang di berbagai wilayah.
Selain polusi cahaya, Prof Upik menyebut sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi keberlangsungan hidup kunang-kunang. Di antaranya adalah alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan permukiman dan industri, penggunaan insektisida kimia secara berlebihan, perubahan iklim yang memicu kekeringan, hingga semenisasi saluran irigasi.
Kerusakan habitat menjadi ancaman serius karena larva kunang-kunang membutuhkan tanah yang lembap untuk tumbuh dan berkembang. Ketika lahan basah, rawa, serta area persawahan berkurang, habitat alami serangga tersebut ikut menyusut.
“Di Indonesia sendiri, berbagai kajian entomologi menunjukkan populasi kunang-kunang mengalami penurunan drastis, terutama di wilayah perkotaan. Serangga bercahaya ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, mulai dari perubahan kelembapan tanah hingga pencemaran,” ujar Prof Upik, seperti dikutip dari laman resmi IPB, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menilai pengendalian polusi cahaya dan perlindungan habitat alami menjadi langkah penting untuk mencegah semakin menurunnya populasi kunang-kunang di masa depan.
.png)