KETIK, BLITAR – CV Lang Buana mulai mendistribusikan benih tebu unggul varietas AAS Agribun (BL Super) dari Kebun Benih Dasar (KBD) di Kabupaten Blitar ke sejumlah sentra tebu di Jawa Timur. Penyaluran benih bersertifikat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Nasional yang digagas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tebu.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi pada musim giling 2026. Upaya itu juga menjadi pijakan menuju swasembada gula industri pada tahun berikutnya dengan memperkuat sektor hulu melalui penyediaan benih unggul yang sehat, murni, dan bersertifikat.
Sebagai salah satu produsen benih tebu bersertifikat di Jawa Timur, CV Lang Buana dipercaya mengembangkan Kebun Benih Dasar varietas AAS Agribun di Kabupaten Blitar.
Sejak dibangun pada November 2025, luas KBD yang dikelola telah mencapai sekitar 250 hektare dan tersebar di 54 titik. Dari luasan tersebut, 219 hektare ditanami varietas AAS Agribun (BL Super), sementara 31 hektare lainnya ditanami varietas Bululawang. Sebagian kecil areal masih menjalani proses sertifikasi lanjutan.
Seluruh kebun benih telah melalui pengawasan dan sertifikasi dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengawasan Benih. Sertifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan benih yang disalurkan memenuhi standar mutu, kemurnian varietas, serta kesehatan tanaman.
Produksi benih dari KBD tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan peremajaan tanaman tebu melalui Program Bongkar Ratoon pada lahan seluas sekitar 1.500 hektare.
Sang owner Bambang Setyawan, melalui Manajemen CV Lang Buana mengatakan pihaknya berupaya menjaga kualitas benih mulai dari proses pembibitan hingga tiba di tangan petani.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas benih sejak proses pembibitan hingga distribusi kepada petani,” ujar Manajemen CV Lang Buana.
Menurutnya, seluruh benih yang dipasarkan berasal dari Kebun Benih Dasar yang telah bersertifikat sehingga kualitas genetik, kemurnian varietas, dan kesehatannya tetap terjamin.
Selain menyediakan benih unggul, perusahaan juga mendukung percepatan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu nasional melalui penyediaan benih yang sesuai standar.
“Kami siap mendukung kebutuhan benih untuk program pemerintah agar produktivitas tebu terus meningkat dan target swasembada gula dapat tercapai sesuai roadmap yang telah ditetapkan,” lanjutnya.
CV Lang Buana juga mengembangkan benih jagung unggul F1 Bhayangkara sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Program tersebut dijalankan bersama Polres Blitar di Kecamatan Garum dan Panggungrejo dengan luas tanam mencapai 2,9 hektare dan estimasi produktivitas sekitar 12 ton per hektare.
Dengan mulai disalurkannya benih AAS Agribun dari Kabupaten Blitar ke berbagai daerah di Jawa Timur, diharapkan pelaksanaan Program Bongkar Ratoon dapat berjalan optimal. Ketersediaan benih unggul bersertifikat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas tebu, memperbaiki rendemen, serta memperkuat pasokan bahan baku industri gula nasional.
.png)