KETIK, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan keterbukaannya untuk berkolaborasi dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam mengembangkan program Kampung Pancasila.

Hal itu disampaikan Eri sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperkuat nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat.

Eri menggarisbawahi bahwa nilai patriotisme melekat pada Untag. Baginya, ilmu setinggi apa pun akan percuma jika tidak dibarengi dengan jiwa cinta tanah air. Sejalan dengan nilai tersebut, ia mengajak mahasiswa Untag untuk berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya.

Ia berharap mahasiswa yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat menjadi bagian dari program Kampung Pancasila.

Mahasiswa akan berperan sebagai pendamping dan fasilitator di tengah masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

"Ini sejalan dengan jiwa patriotisme yang ada di Untag, sehingga kami akan berkolaborasi. Bagaimana tadi saya sampaikan, jikalau dimungkinkan ketika ada KKN maka (mahasiswa) menjadi bagian dari Kota Surabaya untuk menjadi pendamping di Kampung Pancasila," tegasnya.

Eri menjelaskan, kesuksesan Surabaya tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, melainkan juga keberhasilan memastikan seluruh warganya sejahtera.

Untuk itu, Pemkot membentuk Kampung Pancasila.

"Di sini, setiap RT dan RW akan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh. Setiap kampung akan didampingi Satgas dan penanggung jawab dari PNS yang bertugas memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah, kasus stunting, atau warga yang kekurangan pangan," jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana memberikan Beasiswa Pemuda Tangguh untuk mahasiswa swasta mulai tahun 2026.

Beasiswa ini, yang masih dalam tahap kajian, ditujukan bagi warga Surabaya kurang mampu yang tidak lolos ke perguruan tinggi negeri.

Eri berharap program ini dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota.

Syarat utama bagi penerima beasiswa adalah memiliki jiwa patriotisme dan bersedia kembali ke kampungnya untuk mengabdi kepada masyarakat, menerapkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

"Kami sedang mengkaji beasiswa untuk yang ada di Perguruan Tinggi Swasta. Sehingga kami berharap anak-anak Surabaya yang hari ini yang mereka mengalami kesulitan biaya, ketika juga tidak di PTN bisa kami bantu di PTS," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Kejuaraan Muaythai Piala Wali Kota Surabaya 2026 Ditutup, Tuan Rumah Juara Umum
Baca Juga:
Pemkot Surabaya Buka Seleksi 5 Jabatan Strategis, Gunakan Skema Manajemen Talenta ASN