KETIK, KEDIRI – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menutup rangkaian Dies Natalis ke-49 dengan menggelar pagelaran wayang kulit bertajuk Wahyu Godo Inten di kampus utama UNP Kediri, Rabu malam, 5 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, kampus juga memberikan anugerah kepada civitas akademika yang dinilai berprestasi sepanjang tahun.

Pagelaran wayang kulit dibawakan oleh dalang Ki Sun Gondrong dengan bintang tamu Percil CS.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur atas perjalanan hampir setengah abad UNP Kediri dalam dunia pendidikan.

Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi, mengatakan pementasan wayang kulit dipilih sebagai simbol rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Baca Juga:
Mas Dhito Beri Beasiswa hingga Peralatan Las untuk Siswa Peraih Emas LKS Nasional Asal Kediri

"Malam ini semacam kita adakan tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rahmat yang sudah diberikan, kita bisa sampai usia yang ke-49," ujar Zainal Afandi.

Pada puncak peringatan Dies Natalis ke-49, UNP Kediri juga memberikan penghargaan kepada unit kerja, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memajukan institusi.

Untuk kategori Unit Kerja Unggul, penghargaan diberikan kepada Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, kategori Program Studi Unggul diraih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Baca Juga:
Eks Persib Bandung Sergio Castel Perkuat Lini Serang Persik Kediri di Super League 2026/2027

Pada kategori Dosen Unggul, peringkat pertama diraih Dr. Ika Santia, S.Pd., M.Pd., disusul Dr. E. Faisol, S.Pd., M.M. di posisi kedua, dan Dr. Drs. M. Anas, S.E., M.M., M.Si. di posisi ketiga.

Adapun penghargaan Tenaga Kependidikan Unggul diberikan kepada Arifin Erwan, S.Pd., Aris Rahayu, S.E., dan Danang Sasongko, S.Pd.

Zainal berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan prestasi.

"Saya berharap itu bisa menjadi sumber motivasi dan menginspirasi untuk terus meningkatkan kinerjanya, sehingga tahun depan bisa mendapatkan penghargaan dari Universitas Nusantara PGRI Kediri," katanya.

Ia menjelaskan, lakon Wahyu Godo Inten yang mengisahkan perjuangan Wisanggeni membantu keluarga Pandawa meraih kemenangan dalam Perang Baratayudha dipilih karena mengandung nilai-nilai kepemimpinan, perjuangan, dan keteladanan yang relevan dengan dunia pendidikan.

"Wayang ini merupakan budaya adiluhung bangsa kita yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan tuntunan," ujarnya.

Memasuki usia ke-49, Zainal mengajak seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam memajukan UNP Kediri agar semakin berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Menurutnya, tahun depan akan menjadi momentum penting karena UNP Kediri memasuki usia emas ke-50.

"Tahun depan merupakan tahun emas Universitas Nusantara PGRI Kediri. Mari kita bersama-sama mewujudkan menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.(*)