KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mencatat sejarah baru sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama yang resmi memiliki Fakultas Teknik.
Kehadiran fakultas baru tersebut menjadi langkah strategis UIN Malang dalam memperkuat integrasi ilmu keislaman dengan sains dan teknologi, sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri dan perkembangan pendidikan tinggi di era modern.
Dalam upaya memberikan fasilitas terbaik bagi mahasiswa, UIN Malang resmi mengumumkan telah memiliki Fakultas Teknik yang nantinya akan menjadi rumah bagi mahasiswa program studi teknik yang telah ada sejak tahun 2024.
Fakultas Teknik sendiri resmi hadir sejak 17 Mei 2026 dengan empat program studi, yakni Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Lingkungan.
Dengan gebrakan ini, UIN Malang menjadi satu-satunya PTKIN yang memiliki Fakultas Teknik di Indonesia.
Baca Juga:
Aston Malang Hadirkan Saturday Brunch, Tawarkan Pengalaman Bersantap Spesial Setiap SabtuWakil Rektor IV UIN Malang, Prof. Abdul Hamid, mengungkapkan bahwa Fakultas Teknik memang wajib dihadirkan. Dengan proses pengajuan yang cukup panjang, kampus negeri Islam ini ingin memperkuat keilmuan di era kemajuan teknologi.
"Prosesnya ini lumayan lama karena Fakultas Teknik itu baru. Pertama di lingkungan PTKIN, Kementerian Agama. Sehingga, UIN Malang ini merupakan satu-satunya kampus yang memiliki Fakultas Teknik di lingkungan PTKIN se-Indonesia. Karena itu, kemarin prosesnya lumayan lama. Itu artinya apa? Sesungguhnya kontribusi dengan berdirinya Fakultas Teknik," ungkapnya.
Sebenarnya, UIN Malang telah memiliki Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Arsitektur yang bergabung di Fakultas Sains dan Teknologi. Namun, program studi teknik lainnya tak dapat dimasukkan ke Fakultas Saintek. Karena itu, Fakultas Teknik dirasa wajib ada di kampus hijau ini.
Prof. Abdul Hamid menuturkan ada beberapa alasan mengapa Fakultas Teknik wajib hadir di UIN Malang, mulai dari program studi teknik yang memiliki sisi keilmuan berbeda dengan Fakultas Sains dan Teknologi. Selain itu, Fakultas Saintek juga telah memiliki banyak program studi sehingga kehadiran program studi teknik akan membuat fakultas menjadi terlalu padat dan pelayanan kepada mahasiswa kurang maksimal.
Baca Juga:
Mantan Menantu dan Besan Digugat, Pemilik Toko Emas Bulan Purnama Malang Menangkan SengketaTak hanya itu, UIN Malang juga telah menyiapkan beberapa ruang kelas hingga laboratorium khusus Fakultas Teknik di Kampus III. Karena itu, Fakultas Teknik memang harus ada dan wajib diajukan.
Prof. Abdul Hamid juga menyampaikan bahwa Program Studi Teknik Arsitektur dan Teknik Informatika tetap berada di Fakultas Sains dan Teknologi, tidak dipindahkan ke Fakultas Teknik karena dari sisi keilmuan dan akreditasi tidak masuk ke ranah teknik.
"Program studi TI sama Arsitektur itu tetap di Fakultas Saintek karena memang dari sisi keilmuan dan akreditasi itu memang tidak masuk ke teknik. Apalagi sekarang informatika lebih ke data sains, ilmu komputer, seperti itu," ucap Prof. Abdul Hamid. (*)