KETIK, KEDIRI – Pernikahan massal di dalam mobil VW (Volkswagen) Kombi terbanyak yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Nikah massal yang berlangsung di Jalan Stasiun Kota Kediri Jumat 24 Juli 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke 1.147.

Nikah massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan komunitas Volkswagen Indonesia Association diikuti sebanyak 53 pasangan pengantin asal Kota Kediri.

Puluhan pengantin secara serentak melangsungkan ijab kobul di depan penghulu di dalam mobil VW Kombi, di dampingi saksi serta keluarga mempelai.

"Ini adalah rangkaian Hari Jadi Kota Kediri. Pemerintah Kota Kediri bersinergi, berkolaborasi dengan komunitas VW dimana komunitas VW juga melaksanakan Jambore Nasional dan Kediri ditunjuk sebagai tuan rumah," kata Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.

Baca Juga:
Gedung Pemkab Kediri Mulai Ditempati Pasca Terbakar, Mas Dhito Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik

Tak hanya menghadirkan konsep pernikahan yang unik di tempat ikonik Kota Kediri, kegiatan yang memadukan nilai budaya, kreativitas, dan pariwisata dalam perhelatan yang berkesan.

Menurut Mbak Wali pernikahan ini juga merupakan bagian dari pelayanan pemerintah. Sebab tak sedikit dari peserta yang ikut nikah massal belum mencatatkan pernikahan secara resmi.

"Hari ini yang akan dicatat oleh MURI adalah 53 pasangan yang melangsungkan akad nikah di dalam mobil VW. Tapi bagi saya, rekor yang jauh lebih bermakna adalah lahirnya 53 keluarga baru yang memulai kehidupan baru dengan cinta, harapan, dan kepastian hukum," imbuhnya.

Selain itu, event unik yang menjadi warna baru dalam rangkaian peringatan hari jadi itu juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah menonjolkan identitas Kota Kediri sebagai City Tourism.

Baca Juga:
Dorong Seluruh Jurnalis Kediri Miliki Jaminan Sosial, PWI Kediri Raya Teken Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Mbak Wali berharap sentuhan atraktif dari pemerintah juga bisa berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Kota Kediri.

"Beberapa kali Kota Kediri ini semakin sering dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional," jelas Mbak Wali.

"Ini tentu memberikan dampak positif, baik bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta semakin memperkuat citra Kota Kediri sebagai kota yang terbuka, masyarakatnya ramah, dan mampu berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk menggelar event-event nasional," jelasnya.

Sejalan dengan jargon yang terus digaungkan, mengambil tema 'Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi' dari hari jadi ke 1.147, Pemerintah Kota Kediri ingin membuka ruang bagi komunitas untuk berkarya, masyarakat untuk berpartisipasi sehingga Kota Kediri bisa dikenal lebih luas lewat 'panggung' kolaborasi.

"Seperti hari ini, ada inovasi yang hadir melalui konsep akad nikah yang unik dan tetap berpijak pada tradisi luhur melalui prosesi akad nikah dan budaya temu penganten. Tidak kalah penting, kegiatan ini juga dilaksanakan di kawasan Jalan Stasiun," terangnya.

Ini adalah salah satu wajah baru Kota Kediri yang terus kami tata sebagai ruang publik yang hidup dan ramah bagi masyarakat Kota Kediri," pungkas Mbak Wali.

Selain akad nikah dan temu manten, dalam event rekor MURI nikah massal di dalam VW Kombi terbanyak juga disuguhkan pesta rakyat 1000 pecel dan soto gratis serta festival jajanan pasar gratis.(*)