KETIK, SITUBONDO – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Kantor Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, 19 Oktober 2026.

Pengabdian dilakukan melalui Pemberdayaan Kader PKK dan Karang Taruna sebagai agen perubahan dalam Meningkatkan Literasi dan Keamanan Penggunaan Obat di Masyarakat guna Mendukung SDGs 3 dan SDGs 17,

Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023 menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat seorang, baik secara fisik, jiwa, maupun sosial, dan bukan sekadar terbebas dari penyakit, untuk memungkinkannya hidup produktif.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat - Program Kemitraan Masyarakat dengan flagship program AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader, memperkuat kesadaran masyarakat akan penggunaan obat yang aman, serta menciptakan komunitas yang sehat.

Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kader PKK dan Karang Taruna mengenai swamedikasi yang rasional, keamanan penggunaan obat, pencegahan obat palsu.

Baca Juga:
Kado Ultah Presiden Prabowo, 100 Laskar Gerindra Situbondo Bersihkan Sampah di Pantai Bong

Selanjutnya, kader yang telah mendapatkan penguatan kapasitas akan didampingi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat sehingga terbentuk agen perubahan yang mampu meningkatkan literasi dan keamanan penggunaan obat secara berkelanjutan di Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo Situbondo.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Penmas) digagas oleh Tim Penmas, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Banyuglugur dan IAI Situbondo.

Adapun tim Pengmas Fakultas Farmasi diketuai oleh Prof Retno Sari dengan anggota yang terdiri dari dosen dan mahasiswa S2 Magister Ilmu Farmasi.

Prof Retno menyampaikan bahwa kegiatan terjun ke masyarakat merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai tanggung jawab dari perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Baca Juga:
DPUPP Situbondo Matangkan RDTR dan KLHS, Peluang Investasi Dibuka Tanpa Abaikan Lingkungan

Kegiatan Pengmas kali ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui peran kader PKK dan Karang  Taruna, Desa Banyuglugur tentang aspek bentuk sediaan obat, kemasan, keamanan dan stabilitas obat.

Sumarno selaku Kepala Desa menyambut baik kegiatan ini dan berharap para peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapatkan ke warga desa dan dapat menjadi agenda rutin yang dilakukan pada kegiatan di lingkungan masing-masing.

Fauzi Rahman Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Kabupaten Situbondo menerangkan bahwa pengetahuan, pemahaman tentang obat dan keamanan obat sangat penting untuk masyarakat.

Dalam kegiatan ini, M. Agus Syamsur Rijal menyampaikan materi yang menekankan pada pentingnya pengetahuan tentang bentuk sediaan, dan stabilitas obat. Sedangkan Prof Retno menjelaskan tentang aspek kemasan, informasi pada kemasan serta bahaya obat palsu.

Pengetahuan tersebut penting dipahami oleh masyarakat agar dapat memperoleh manfaat yang sesuai dan terhindar dari kesalahan penggunaan obat serta penggunasalahan obat.

Peserta juga dipandu oleh para fasilitator untuk berlatih mengenal dan membaca dengan teliti terkait kemasan dan informasi pada kemasan obat, baik kemasan primer maupun sekunder.

Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang perwakilan berbagai kader PKK, karang taruna, perwakilan guru, dan perangkat desa. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sampai akhir, yang ditutup dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah.

Dampak jangka panjang edukasi dan pelatihan interaktif ini, para kader PKK serta Karang Taruna Desa Banyuglugur, Kabupaten Situbondo diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan terkait penggunaan dan penyimpanan obat yang aman serta sebagai agen perubahan kepada warga sekitarnya.

Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan organisasi profesi serta media massa ini diharapkan terus berlanjut sehingga dapat  meningkatkan literasi masyarakat terkait obat dan mewujudkan masyarakat yang lebih sadar obat. (*)