KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait kembali menegaskan komitmennya memperluas akses layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Ia meminta seluruh kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, hingga pengurus RT/RW ikut mengedukasi masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas berobat gratis yang telah disediakan pemerintah.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Lapangan Kejayan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, sejak 1 April lalu seluruh warga yang memiliki KTP Jember sudah dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis di puskesmas maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan program tersebut.
"Semenjak 1 April, seluruh warga Jember yang ber-KTP Jember kalau sakit bisa berobat gratis di seluruh Puskesmas dan seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia, alhamdulillah," tuturnya.
Gus Fawait menegaskan, pemerintah tidak ingin lagi ada masyarakat yang menunda berobat hanya karena terkendala biaya. Ia menyebut kesehatan merupakan hak dasar yang harus dapat diakses seluruh warga tanpa diskriminasi.
Baca Juga:
Program Berobat Gratis Warga Jember, Gus Fawait Ajak RT/RW, PKK dan Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Sosialisasi"Di era Presiden Prabowo, di era Gus Fawait, tidak boleh lagi ada orang sakit tidak ke rumah sakit karena faktor biaya," tegasnya.
Selain memastikan layanan kesehatan gratis berjalan optimal, Pemkab Jember juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Salah satu perhatian utama diarahkan pada upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Gus Fawait mengimbau para ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilannya ke Posyandu maupun Puskesmas. Ia menegaskan seluruh layanan tersebut telah ditanggung pemerintah, termasuk proses persalinan.
"Melahirkan mau caesar, mau normal, gratis. Berangkat ke Posyandu, berangkat ke Puskesmas, gratis," jelasnya.
Baca Juga:
Cara Mengakses Layanan Homecare Pemkab Jember, Beroperasi 24 Jam dan Bisa Diakses Lewat Wadul Gus'eIa juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya merencanakan kehamilan pada usia yang ideal, yakni antara 21 hingga 35 tahun, guna meminimalkan risiko kesehatan bagi ibu maupun bayi.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan daerah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pelayanan. Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan juga harus terus ditingkatkan melalui edukasi yang berkelanjutan.
Karena itu, Gus Fawait meminta kader Posyandu, PKK, dan pengurus RT/RW menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi mengenai layanan kesehatan gratis hingga ke tingkat lingkungan dan keluarga.
Penyampaian informasi secara langsung dinilai lebih efektif karena para kader berinteraksi setiap hari dengan masyarakat. Dengan begitu, warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera memperoleh informasi yang benar dan tidak lagi ragu datang ke fasilitas kesehatan.
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Gus Fawait juga mengajak seluruh pengurus RT/RW, kader Posyandu, dan Tim Penggerak PKK menjadi ujung tombak sosialisasi berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember. Ia menilai masih banyak program pro-rakyat yang belum diketahui masyarakat secara luas.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada para kader yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat. Ia bahkan berkomitmen memperjuangkan peningkatan kesejahteraan mereka sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah. (*)