KETIK, SURABAYA – Suhu udara terasa panas dan gerah pada minggu kedua bulan Mei 2026 di Kota Surabaya. Kondisi tersebut terasa pada siang hari dan malam hari.

Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Juanda, Sidoarjo, suhu udara tercatat 33 derajat Celcius, namun terasa seperti 40 derajat Celcius.

“Udara di Surabaya terasa panas dan gerah. Salah satu adalah pengaruh awan musim kemarau,” kata Rendy Irwandi, Prakirawan BMKG Stasiun Juanda saat dihubungi Ketik.com, Rabu, 13 Mei 2026. 

Ia menjelaskan, cuaca di Kota Surabaya terasa panas disebabkan beberapa faktor. Pada saat memasuki pancaroba tutupan awan dan hujan mulai berkurang. Sinar matahari lebih maksimal sehingga memanaskan bumi.

Kelembaban udara semakin tinggi. Hal ini akibat sisa musim hujan serta pancaroba. “Faktor ini menyebabkan tubuh terasa lengket dan terasa gerah pada malam hari,” jelas Rendy. 

Baca Juga:
Dirut RSUD Dr Soetomo: Pasien Meninggal Bukan Terpapar Asap Kebakaran

Cuaca terasa panas juga disebabkan tiupan angin yang cenderung lemah, sehingga panas terperangkap di wilayah perkotaan seperti di Surabaya. Hal ini merupakan salah satu pengaruh musim kemarau.

Menurut Rendy, sebagian wilayah Kota Surabaya dan Jawa Timur memasuki fase pancaroba menuju kemarau. “Suhu udara siang sangat panas. Terkadang pada malam hari masih turun hujan lokal,” tambahnya.

Memasuki pancaroba, arah angin mulai berubah. Cuaca juga cepat berubah dari cerah menjadi mendung.

BMKG memprediksi awal musim kemarau tercatat awal Mei 2026. Meski di beberapa wilayah Jawa Timur masih ada hujan. Baik curah hujan sedang maupun deras.  

Baca Juga:
PPJT RSUD Dr. Soetomo Terbakar, 30 Pasien IGD Dipindahkan ke Lokasi Aman

Pada saat kemarau tiba, kondisi tanah lebih kering karena panas. Tidak menutup kemungkinan tanah yang kering bisa retak-retak.

Meski mulai kemarau Kota Surabaya dan Jawa Timur masih diprediksi bisa turun hujan. Bila pada musim pancaroba masih turun hujan dan durasinya singkat. Sementara angin bertiup kencang ketika atmosfer tidak stabil.(*)