KETIK, MADIUN – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Madiun Pusat Indonesia memadati Lapangan Kelurahan Winongo, Kota Madiun, dalam gelaran Suran Agung ke-123, pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan nilai persaudaraan bagi seluruh warga PSHWTM.
Peserta yang hadir datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Sumatera, hingga Kalimantan. Bahkan, sejumlah perwakilan dari luar negeri seperti Vietnam dan Italia turut hadir memeriahkan agenda tersebut.
Selain warga PSHWTM, acara juga dihadiri tamu undangan dari 14 Ketua perguruan pencak silat di Madiun, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Madiun, serta Forkopimda Provinsi Jawa Timur.
Ketua Panitia Suran Agung 2026, R. Dikka Guntur Arya Wicaksana, menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara yang menurutnya berjalan tertib dan aman berkat dukungan semua pihak.
Ia menegaskan bahwa Suran Agung bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan kerukunan sosial.
Baca Juga:
Operasi Aman Suro Berjalan Kondusif, Kapolres Madiun Kota Apresiasi 983 Personel Gabungan“Tema tahun ini adalah Meneguhkan Kesetiaan dan Kebenaran, Merawat Kerukunan, Menguatkan Persaudaraan dan Persatuan untuk Kesejahteraan Bersama. Ini menjadi pengingat agar seluruh warga tetap menjunjung nilai damai, persatuan, dan gotong royong,” ujarnya.
Dikka juga mengingatkan seluruh anggota PSHWTM untuk menjaga nama baik persaudaraan dan mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung, dengan komitmen menciptakan Suran Agung yang zero insiden.
Sementara itu, Bapak Pengasuh PSHWTM, H. R. Agus Wiyono Santoso, dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1458 Hijriah sebagai sarana meningkatkan iman, takwa, dan amal ibadah.
Menurutnya, bulan Suro memiliki makna spiritual mendalam, sebagai waktu untuk refleksi diri, memperbanyak amal saleh, dan meneladani perjuangan para pendahulu.
Baca Juga:
Zero Insiden, Plt Wali Kota Madiun Apresiasi Suran Agung PSHWTM ke-123Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ajaran luhur Setia Hati, yang tidak hanya menekankan latihan pencak silat, tetapi juga pembinaan karakter, moral, dan spiritual.
“Setia Hati adalah jalan membangun manusia berbudi luhur, kuat lahir batin, serta taat kepada Tuhan dan negara,” katanya.
Gelaran Suran Agung ke-123 ini berlangsung khidmat dan menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas daerah, sekaligus komitmen PSHWTM dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. (*)