KETIK, MALANG – Omzet meningkat dirasakan oleh brand Reramban yang membuka stan kerajinan tangan, suvenir, hingga pakaian home made atau buatan sendiri di Tong Tong Night Market yang digelar oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Taman Tjerme.

Tong Tong Night Market bukan hanya sebuah bazar kuliner atau budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan perekonomian UMKM lokal yang tengah berupaya berkembang di tengah maraknya brand-brand luar negeri. Reramban menjadi salah satu stan yang menawarkan karya buatan tangan, mulai dari pakaian hingga suvenir.

Sebagai brand lokal, Reramban menghadirkan berbagai produk kerajinan yang dibuat sendiri, mulai dari teknik ikat celup hingga eco print. Selanjutnya, kain tersebut diolah menjadi pakaian, tas, gantungan kunci, dan berbagai kerajinan tangan lainnya. Owner Reramban, Evi Kurniawati, mengungkapkan bahwa sebagian kerajinan tangan yang dijual merupakan hasil pemanfaatan kain perca atau sisa-sisa bahan dari pembuatan pakaian.

"Kalau Reramban itu lebih ke ready to wear, kain, sama kerajinan, seperti tas dan gantungan kunci," ujar Evi.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh produk yang dijual merupakan 100 persen buatan tangan. Mulai dari pembuatan motif hingga menjadi pakaian atau suvenir, semuanya dikerjakan sendiri dengan telaten.

Baca Juga:
Wali Kota Malang Kantongi Lima Kandidat Plt Sekda, Penetapan 1 Agustus 2026

Evi mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan kali keempat Reramban mengikuti Tong Tong Night Market. Selama menjadi bagian dari festival bernuansa Malang tempo dulu tersebut, Reramban berhasil mencatatkan omzet yang cukup baik karena tingginya jumlah pengunjung yang datang ke stan mereka.

"Ini tahun keempat. Senang sih ya, karena pengunjungnya ramai. Yang penting omzet lumayan bagus," ungkapnya.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat Malang, stan Reramban selalu ramai dikunjungi setiap tahunnya. Seluruh produk yang dipasarkan dibanderol dengan harga mulai Rp25 ribu hingga Rp900 ribu.

Pada penyelenggaraan Tong Tong Night Market tahun ini, Evi berharap jumlah pengunjung semakin meningkat dengan rangkaian acara yang lebih beragam. Dengan begitu, produk-produk Reramban dapat semakin diapresiasi oleh masyarakat, terutama berbagai karya kerajinan tangan dan pakaian hasil kreasi lokal.

Baca Juga:
Calon Kuat Sekda Kota Malang Pengganti Erik, Ada Eko, Dandung atau Impor dari Kabupaten Malang?

"Harapannya tahun ini mungkin lebih ramai ya. Lebih ramai, terus habis itu mungkin acara-acaranya akan lebih banyak. Terus produk-produk Reramban lebih diapresiasi sama pengunjung, juga baju-baju dan karya-karya tangan," ucap Evi penuh harap.

Melalui Tong Tong Night Market, sejumlah UMKM lokal berhasil meraih omzet yang cukup tinggi. Hal ini juga menjadi komitmen The Shalimar Boutique Hotel Malang untuk terus menghadirkan ruang bagi usaha-usaha kecil agar dapat memperkenalkan produk kreatif mereka kepada masyarakat Malang. (*)