KETIK, PACITAN – Kebakaran tumpukan limbah pabrik triplek atau plywood di CV Sengon Indah, Dusun Klepu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran.

Titik api yang berada di dasar jurang sedalam sekitar 20 meter membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 itu menghanguskan tumpukan sisa potongan kayu lapis di area industri pengolahan bahan baku plywood milik CV Sengon Indah.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan, Ardyan Wahyudi, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 07.46 WIB dari seorang pelapor bernama Sunyosoejoed. Tiga menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi.

Empat armada pemadam dikerahkan dalam operasi tersebut, yakni Unit Fire Destroyer, Unit Fire Hunter, Unit Water Supply, dan Unit Water Supply Pos Punung.

Baca Juga:
Prioritas APBD Pacitan 2027 untuk Benahi Jalan Kabupaten, Sektor Lain Bakal Kena Efisiensi

Petugas tiba di lokasi pada pukul 08.08 WIB dan mendapati kobaran api sudah membesar dari bagian bawah tumpukan limbah.

"Berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari bagian bawah tumpukan limbah yang berada di area jurang dengan kedalaman kurang lebih 20 meter. Kondisi ini menyebabkan penanganan menjadi lebih sulit karena titik api sulit dijangkau," ujar Ardyan.

Tak hanya personel Damkar Satpol PP Pacitan, proses pemadaman juga melibatkan anggota YONTP, BPBD, Polsek, dan Koramil setempat.

Petugas harus berjibaku selama berjam-jam untuk menjinakkan api di lokasi yang memiliki medan cukup ekstrem.

Baca Juga:
Terjatuh saat Buang Air Kecil, ABK yang Tak Bisa Berenang Tewas di Pelabuhan Pacitan

Setelah hampir empat jam penanganan, api pokok akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 11.45 WIB

Meski demikian, proses belum selesai. Petugas masih harus melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di sela-sela tumpukan kayu lapis.

Barulah pada pukul 14.21 WIB, lokasi dinyatakan aman dan kondusif.

"Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 10 x 25 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tambah Ardiyan.

Sementara itu, saksi di lokasi bernama Dimas menuturkan para pekerja mendapati tumpukan limbah sudah dalam kondisi terbakar saat tiba di area pabrik pada pagi hari.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan.

Aparat masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui sumber api yang menyebabkan tumpukan limbah tersebut terbakar.(*)