KETIK, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis sore, 20 Agustus 2026.
Dalam kunjungannya, Gibran mendatangi posko pengungsian yang berada di Stadion Gelora Samador, Maumere.
Ia didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, serta Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.
Kehadiran Wakil Presiden di tengah para pengungsi disebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan keselamatan masyarakat serta memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Di posko pengungsian, Gibran menyapa dan berdialog langsung dengan warga. Ia menanyakan kondisi para pengungsi sekaligus mendengar kebutuhan mendesak yang diperlukan selama masa tanggap darurat.
Baca Juga:
253 Ton Logistik Dikirim ke NTT hingga Hari Kelima PascabencanaWapres juga menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana gempa bumi tersebut.
“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Gibran.
Pastikan Bantuan Menjangkau Daerah Sulit Diakses
Gibran mengatakan telah meminta jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah memastikan bantuan menjangkau seluruh masyarakat terdampak, termasuk warga yang berada di wilayah sulit diakses seperti kawasan permukiman di pegunungan.
Baca Juga:
Pemerintah Bantu Korban Gempa NTT Rp15 Juta hingga Rp30 Juta untuk Perbaiki RumahMenurutnya, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, layanan kesehatan, serta kebutuhan mendesak lainnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat.
Ia juga meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak.
“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” pintanya.
Gibran menegaskan masyarakat terdampak gempa tidak akan dibiarkan menghadapi situasi bencana sendirian.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, kata Gibran, akan terus hadir untuk memastikan penanganan darurat dan proses pemulihan pascabencana berjalan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” tegasnya.
Warga Diminta Tak Kembali ke Rumah
Dalam kesempatan itu, Gibran meminta warga yang rumahnya mengalami kerusakan untuk sementara tetap berada di lokasi pengungsian. Imbauan tersebut disampaikan mengingat masih adanya potensi gempa susulan.
Ia memastikan pemerintah akan melakukan perbaikan terhadap rumah warga, sekolah, serta sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat lainnya, nanti kita perbaiki,” kata Gibran.
Wapres menyebut sebelumnya telah mengunjungi sejumlah lokasi terdampak, termasuk sekolah, gereja, dan rumah sakit. Pemerintah, lanjutnya, akan menyiapkan langkah pemulihan terhadap berbagai fasilitas yang rusak.
“Di sini dulu sampai semuanya pulih. Kita hari ini kunjungin sekolah, gereja, tadi rumah sakit. Nanti kita perbaiki semuanya,” imbuhnya.
Selain meninjau kondisi pengungsian, Gibran juga menyaksikan kegiatan pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa.
Kegiatan tersebut dilakukan sejumlah mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Anak-anak diajak bernyanyi dan bermain tebak-tebakan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan di tengah masa pengungsian.
Di akhir kunjungannya, Gibran mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa, terutama warga yang kehilangan anggota keluarga, mengalami kerusakan tempat tinggal, dan masih menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.(*)