KETIK, BLITAR – Terik matahari siang masih menyengat saat memasuki Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Sabtu 25 Juli 2026. Namun suasana itu seketika berubah begitu melangkah ke kawasan Warung Lumbung Padi.
Rindangnya pepohonan langsung menyambut pengunjung. Kicauan burung liar bersahutan dari berbagai arah, berpadu dengan suara gemericik air kolam ikan yang membuat suasana terasa tenang.
Di bagian belakang area warung bahkan terdapat sebuah mbelik atau sumber mata air alami yang hingga kini masih terjaga. Keberadaan mata air tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menghadirkan hawa sejuk khas pedesaan.
Mengusung konsep wisata kuliner berbasis alam, Warung Lumbung Padi hadir sebagai destinasi baru di Kabupaten Blitar yang memadukan sajian khas Jawa dengan panorama hijau persawahan.
Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, tempat makan ini mulai ramai dikunjungi warga Blitar maupun tamu dari luar daerah. Tidak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana alam sekaligus mencicipi aneka hidangan tradisional.
Baca Juga:
Mandiri Tanpa Anggaran Pemkab, Kontes Sapi Nasional di Blitar Tetap MeriahPada pagi hari, warung ini menyajikan menu khas pedesaan seperti tiwul, nasi jagung, aneka ikan laut, hingga berbagai olahan ikan air tawar. Sementara menu favorit lainnya antara lain iga bakar, bebek goreng, urap pedas, sayur tradisional, serta ayam kampung lodho dengan cita rasa rempah yang kuat.
Tidak hanya mengandalkan menu makanan, suasana menjadi nilai jual utama. Gazebo-gazebo kayu berdiri di berbagai sudut area yang dikelilingi pepohonan dan hamparan sawah sehingga pengunjung dapat menikmati hidangan dengan lebih santai.
Di bangunan utama juga tersedia meja panjang berbahan kayu yang mampu menampung sekitar 12 orang, cocok untuk keluarga besar maupun rombongan.
Bagi anak-anak, pengelola menyediakan kolam renang alami serta arena permainan outbound sederhana yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Fasilitas tersebut membuat Warung Lumbung Padi bukan sekadar tempat makan, melainkan juga lokasi rekreasi keluarga.
Baca Juga:
Nongkrong Murah View Mewah di Cafe Ketara Nature Blitar, Asri di Pinggir Bendungan WlingiLokasinya berada sekitar 500 meter di sebelah barat perempatan Balai Desa Bangsri. Area parkir yang luas mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga memudahkan pengunjung yang datang bersama rombongan.
Salah seorang pengunjung asal Kota Blitar, Fauzan, mengaku sengaja mampir setelah memiliki agenda di wilayah Blitar. Menurutnya, konsep alam yang ditawarkan membuat anak-anak betah berlama-lama.
“Kebetulan saya ada acara di Blitar, kemudian mampir ke Warung Lumbung Padi. Anak-anak sangat dimanjakan dengan beberapa permainan alam. Sedangkan menu masakannya sangat enak dan banyak pilihannya,” ujar Fauzan.
Hal senada disampaikan Prawoto. Menurutnya, ayam kampung lodho menjadi salah satu menu yang paling berkesan karena cita rasa rempahnya terasa kuat.
“Enak ayam lodhonya, rasanya khas. Rempah-rempahnya kerasa banget, jadi pengen nambah terus nasinya,” katanya.
Dengan waktu tempuh sekitar 10 menit dari pusat Kota Blitar, Warung Lumbung Padi menawarkan alternatif wisata kuliner yang berbeda. Pengunjung tidak hanya menikmati makanan khas Jawa, tetapi juga dapat merasakan kesejukan alam pedesaan yang semakin sulit ditemukan di tengah berkembangnya kawasan perkotaan.
Kehadiran destinasi seperti ini juga diharapkan mampu mendorong geliat ekonomi masyarakat desa melalui sektor kuliner, pariwisata, serta pemberdayaan potensi lokal yang tetap mempertahankan keasrian lingkungan.