KETIK, MALANG – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (SPs UM) kembali mencatat capaian penting dalam penguatan kualitas pendidikan nasional dengan meluluskan 4.938 guru pada Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kementerian Agama Batch 2 dan Batch 4.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 29 Mei 2026 ini menjadi momentum strategis dalam mencetak pendidik profesional sekaligus mempercepat transformasi pendidikan madrasah di Indonesia.
Para peserta yang dinyatakan lulus berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Mereka juga mewakili beragam bidang keilmuan, seperti sosial, bahasa, sains, olahraga, seni, teknik, dan vokasi.
Kelulusan ribuan guru tersebut tidak hanya menandai tuntasnya proses pendidikan profesi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pendidik menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Melalui Program PPG, para guru dibekali penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, bermakna, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Baca Juga:
Inovasi Mahasiswa UM, PlantCare Kit Hadir untuk Mitigasi Perubahan IklimDirektur SPs UM, Prof. Syamsul Bachri, M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Negeri Malang sebagai penyelenggara Program PPG.
“Kepercayaan dari Kementerian Agama merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Universitas Negeri Malang untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu guru Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kelulusan PPG bukan sekadar akhir dari proses akademik, melainkan awal dari tanggung jawab profesional yang lebih besar dalam dunia pendidikan.
“Guru profesional tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mendidik dengan hati, menghadirkan keteladanan, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” tegasnya.
Baca Juga:
Dosen FEB UM Gandeng Akademisi Malaysia, Teliti Strategi UMKM Kuliner Menuju Bisnis BerkelanjutanSejalan dengan hal tersebut, Ketua Program Studi PPG UM, Dr. Muhammad Alfan, M.Pd., menuturkan bahwa keberhasilan para peserta merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari dosen, guru pamong, tenaga administrasi, hingga tim penyelenggara.
Ia menegaskan bahwa yudisium ini bukan sekadar penanda kelulusan administratif, melainkan penguatan komitmen profesional para guru. “Kami berharap lulusan PPG Kementerian Agama Batch 2 dan Batch 4 kembali ke satuan pendidikan masing-masing dengan semangat baru serta mampu menghadirkan praktik pembelajaran yang lebih reflektif, adaptif, humanis, dan berdampak bagi peserta didik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Program Studi PPG UM akan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru melalui peningkatan layanan akademik, pendampingan pembelajaran, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, para dosen, guru pamong, koordinator, admin, dan seluruh tim yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga para lulusan PPG UM mampu menjadi agen perubahan dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia,” tambahnya.
Dalam konteks yang lebih luas, pelaksanaan yudisium secara daring juga mencerminkan kemampuan adaptasi institusi pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital. Skema ini memungkinkan ribuan peserta dari berbagai daerah mengikuti prosesi akademik secara efektif, efisien, dan inklusif tanpa terkendala jarak geografis.
Lebih dari sekadar seremoni akademik, capaian ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Para guru lulusan PPG diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun lingkungan belajar yang menyenangkan dan berkarakter.
Komitmen SPs UM dalam penyelenggaraan Program PPG juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui penguatan kompetensi dan profesionalisme guru, SPs UM turut berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bermutu serta mendorong terwujudnya pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.(*)