KETIK, MALANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Malang akan berjalan memanas. Pasalnya ribuan siswa tidak bisa masuk ke sekolah negeri akibat keterbatasan pagu. 

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim menjelaskan pada tahun ajaran 2026/2027 ini, jumlah lulusan tidak sebanding dengan daya tampung sekolah negeri di masing-masing jenjang pendidikan. 

Berdasarkan data dari Dapodik, lulusan TK/RA sekitar 12.947 siswa, sedangkan pagu SD Negeri hanya di angka 8.568 bangku. Begitu pula lulusan SD/MI di Kota Malang mencapai 13.792 siswa dengan pagu SMP hanya 7.360.

"Berarti ada sekitar 6.000 sekian siswa tidak bisa kita tampung di SMP Negeri dan 4.000 sekian siswa tidak tertampung di SD Negeri. Mereka bisa ke sekolah swasta, pondok pesantren, dan lainnya," ujar Adhim, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurutnya kondisi tersebut juga tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Terdapat sekitar 14.000 lulusan SD/MI saja pada tahun ajaran sebelumnya. 

Baca Juga:
Banyak Jabatan Kosong, Waka DPRD Kota Malang Waring Pemkot: Kinerja Dipertaruhkan!

Adhim menambahkan, siswa yang tidak berkesempatan menempuh pendidikan di sekolah negeri, diarahkan untuk memilih sekolah swasta. Disdikbud Kota Malang juga memfasilitasi informasi sekolah swasta yang masih memiliki pagu. 

"Jadi mereka kalau yang tidak diterima di negeri, kita arahkan ke swasta. Nanti akan kita tampilkan swasta di web. Itu akan kita tampilkan swasta mana yang masih ada pagunya," lanjutnya. 

Disdikbud Kota Malang memfasilitasi masyarakat dengan fitur baru di laman resmi SPMB Kota Malang, salah satunya 'Tanya AI' dan 'Kirim Pesan'. Fitur tersebut mencantumkan informasi tentang jalur penerimaan, jadwal pendaftaran, syarat, hingga ketentuan lainnya, termasuk informasi untuk sekolah swasta. 

"Sekolah swasta biasanya sudah memulai duluan penerimaan siswa barunya. Kita tampilkan nanti pagunya berapa, di situ ada SPP, uang bangunan, kekhasan mereka, seperti dari sisi ekstrakurikuler, karakter masing-masing," ungkapnya. (*)

Baca Juga:
Cegah Kecelakaan, KAI Upgrade 20 Perlintasan Kereta di Malang Raya