KETIK, MALANG – SMAN 9 Malang menerapkan konsep student agency pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Konsep ini memberikan siswa baru kesempatan menjadi subjek aktif dalam setiap kegiatan. Dengan demikian, siswa baru tidak lagi sekadar menjadi penonton atau sasaran perpeloncoan oleh senior.

"Metode yang saya gunakan adalah student agency. Jadi, siswa baru ini sebagai subjek, bukan objek. Besok anak-anak akan menggelar unjuk bakat, seperti membuat pentas seni," ungkap Kepala SMAN 9 Malang, Wawan Pramunadi, Kamis, 16 Juli 2026. 

Wawan menjelaskan, praktik perpeloncoan dalam MPLS harus ditinggalkan. Menurutnya, konsep lama tersebut justru dapat merusak karakter siswa. Ia juga menekankan bahwa siswa baru harus mendapatkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian selama berada di lingkungan sekolah.

"Akhirnya, kalau seperti itu, karakternya justru hilang, karakternya rusak. Akhirnya, dia akan menjadi orang lain, bukan menjadi dirinya sendiri," imbuhnya.

Lebih lanjut, kegiatan MPLS di SMAN 9 Malang berlangsung sangat meriah. Sejak hari pertama, para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka juga serius memperhatikan serta mencatat materi yang diberikan. MPLS tahun ini dilaksanakan selama lima hari.

Baca Juga:
Atasi Fenomena Fatherless, SMAN 9 Malang Buat Gebrakan 'Surat Cinta' di Momen Bagi Rapor

"Seru banget, terus juga tentunya punya teman-teman baru," ungkap Nida, salah seorang siswa baru SMAN 9 Malang.

Menariknya, panitia melibatkan siswa baru dalam acara penutupan MPLS yang akan digelar besok. Mereka diberi kesempatan menjadi pembawa acara hingga koordinator kegiatan. Selain itu, siswa baru juga akan menampilkan pentas seni dan unjuk bakat.

"Kami beri siswa baru kepercayaan, dan orang tua juga kami undang untuk hadir menyaksikan acara bersama-sama," jelas Wawan.

Ia menyampaikan bahwa rangkaian konsep MPLS tersebut merupakan langkah preventif yang diterapkan sekolah. Wawan meyakini kedekatan emosional menjadi salah satu cara membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Baca Juga:
Isi MPLS dengan Simulasi Gempa, SLB di Malang Latih Refleks Tanggap Bencana Siswa Baru ABK