KETIK, TEGAL – Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengajak masyarakat yang melintasi Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk menyempatkan diri singgah dan menikmati kuliner khas daerah tersebut, mulai dari teh poci hingga soto tauco.

Ajakan itu disampaikan Juri saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tegal, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan tokoh masyarakat dan budayawan setempat di Pringgitan, Kompleks Balai Kota Tegal, didampingi Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

Juri mengaku menikmati sejumlah kuliner khas Tegal selama kunjungannya, di antaranya batibul, mochi, tahu aci, dan soto tauco.

Menurutnya, kekayaan kuliner menjadi salah satu hal yang dapat dinikmati masyarakat ketika berkunjung ke Kota Tegal.

Baca Juga:
Resmi Pimpin Polres Tegal Kota, AKBP Christian Fokus Petakan Kerawanan Wilayah

Ia pun mengajak warga yang melakukan perjalanan dari Jakarta maupun dari arah timur untuk keluar dari jalur tol dan menikmati kuliner khas Tegal secara langsung.

"Bagi warga yang melintas dari Jakarta maupun arah timur, sempatkanlah keluar dari jalur tol dan nikmati kuliner khas Tegal secara langsung," ujar Juri.

Selain kuliner, kunjungan Juri ke Kota Tegal juga diisi dengan diskusi bersama budayawan Kota Tegal, Atmo Tan Sidik, serta mantan Wakil Wali Kota Tegal periode 2004–2009, Dr. Maufur.

Dalam pertemuan tersebut, Juri turut mendorong pelestarian bahasa Ngapak yang dinilai mulai jarang digunakan oleh generasi muda.

Baca Juga:
Euforia Pesta Kemenangan Timnas Indonesia sampai Tegal! Ribuan Warga Rayakan Juara di Alun-Alun Hanggawana Slawi

Ia menekankan pentingnya kerja sama masyarakat, orang tua, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Juri mengatakan, bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur.

Melalui kunjungan tersebut, ia berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan kuliner dan budaya Tegal sekaligus ikut menjaga tradisi lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(*)