KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengupayakan akselerasi ekonomi dan tata letak kawasan yang mendukung terwujudnya kejayaan bahari. Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri sekaligus membuka Final Expose Readiness Criteria Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi di Kawasan Brondong, yang berlangsung di Ruang Command Center Gedung Pemkab Lamongan, pada Rabu, 23 September 2026.

Brondong memiliki potensi tinggi dalam pengembangan wisata dan ekonomi karena berbatasan dengan Laut Jawa. Salah satu konsep yang tengah didorong ialah pengembangan 'Kampung Bahari Minapolitan' dengan penataan lingkungan permukiman yang bersih, aman, sehat, serta layak huni.

Disampaikan oleh Bupati Yuhronur, penanganan dan pengawasan di wilayah pesisir bukan hanya melibatkan letak geografis saja, tetapi juga mencakup permukiman dan sumber penghidupan masyarakat yang berada di dalamnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan kesiapan untuk mendukung seluruh tahapan pengembangan kawasan, mulai dari pendataan, penyusunan perencanaan, pelaksanaan hingga aspek pembiayaan. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga dinilai penting untuk mewujudkan penataan kawasan perkotaan yang lebih baik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

"Mengutip visi Kabupaten Lamongan yakni kejayaan Lamongan yang berkelanjutan, proyek ini adalah manifestasi kami dalam menjadikan laut sebagai sumber utama kemakmuran. Brondong akan diposisikan sebagai simbol kekuatan ekonomi bahari," tuturnya.

Baca Juga:
Parade Kebhinekaan Lamongan Meriahkan Alun-alun, Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

"Kami akan mengupayakan berbagai rebranding sosial termasuk mengubah citra lingkungan agar tak lagi dianggap sebagai kawasan kumuh. Harapannya pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dapat saling berkolaborasi dalam upaya mengembalikan marwah ekonomi maritim di Kabupaten Lamongan," tambah Bupati Yuhronur.(*)

Baca Juga:
Gelar Pasar Murah di Lamongan, Khofifah Pastikan Harga Sembako Stabil dan Terjangkau di Awal 2026