KETIK, KEDIRI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur M Hadi Setiawan menggelar agenda reses masa persidangan tiga tahun sidang 2025-2026 di kawasan Lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri, Selasa 28 Juli 2026.

Agenda jaring aspirasi ini menjadi ruang krusial untuk mendengar secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat.

"Kami turun langsung untuk melihat, mendengar dan menyampaikan agar gagasan atau aspirasi yang disampaikan bisa menjadi sebuah program atau kebijakan," kata Cak Hadi sapaan akrabnya dalam kegiatan resesnya di Desa Pandantoyo.

Di daerah Lereng Gunung Kelud wilayah Kecamatan Ngancar, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri itu mendengar aspirasi warga secara langsung.

Cak Hadi menyebut banyak yang disampaikan warga, mulai dari aspek pendidikan, perbaikan infrastruktur jalan hingga sarana penunjang pertanian.

Baca Juga:
Kado Hari Jadi ke-1147, Kota Kediri Raih Terbaik III Indeks Perlindungan Anak Tingkat Jawa Timur

Salah satu aspirasi soal infrastruktur perbaikan jalan seperti disampaikan Budiono warga Desa Pandantoyo.

Kepada Cak Hadi, ia berharap jalan yang menghubungkan Dusun Godanglegi dan Gogorejo dapat tersentuh pembangunan sehingga dapat diakses warga dengan lancar. Akses jalan itu dinilai vital untuk menggerakkan perekonomian warga.

Dalam aspirasi yang disampaikan, Budiono menyebut jalan itu belum dapat tersentuh pembangunan sehingga tidak dapat dilalui warga dengan lancar karena masih berstatus hak guna usaha milik perusahaan plat merah.

Pihak desa berharap agar status jalan itu bisa dipisahkan sehingga dapat dibangun untuk menunjang mobilisasi warga.

Baca Juga:
OJK Kediri Gandeng Insan Pers Perangi Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal via Financial Journalist Class

"Kemudian tadi juga disampaikan soal penerangan jalan umumnya, termasuk perbaikan jembatan penghubung disana. Kami mohon dikirimi suratnya, kami akan teruskan aspirasi warga dan komunikasikan ke pihak berwenang," imbuhnya.

Termasuk aspirasi yang disampaikan warga lainnya soal jalan rusak di wilayah Dusun Pakisaji Desa Duwet yang berbatasan langsung dengan Desa Segaran yang mengalami kerusakan jalan berlubang.

Kerusakan jalan alternatif menuju Kabupaten Blitar itu disebut kerap menimbulkan kecelakaan hingga merenggut nyawa.

Menindaklanjuti persoalan itu, Cak Hadi menyebut akan menerjunkan timnya untuk mengidentifikasi secara langsung. Bahkan Cak Hadi juga menawarkan untuk dilakukan perbaikan secara swadaya sementara waktu sembari menunggu proses perbaikan permanen.

"Panjang atau tidak, kalau tidak panjang aku siap ndatangne aspale. Nanti biar ditinjau ke lapangan," kata Cak Hadi.

Selain soal infrastruktur, Cak Hadi juga menerima aspirasi soal aspek pendidikan diantaranya tentang bantuan pendidikan untuk anak sekolah.

Merespons itu, Cak Hadi menyebut warga bisa mengajukan bantuan pendidikan lewat legislatif salah satunya adalah bantuan pendidikan program Indonesia pintar.

"Silahkan bapak-ibuk mengajukan bisa untuk jenjang pendikan sekolah dasar, menegah pertama, kemudian menengah atas ataupun sekolah sederajat. Termasuk untuk yang sedang menempuh sarjana. Begitu juga dengan perbaikan sarana pendidikan, silahkan diajukan. Bisa juga disampaikan melalui Kantor DPD Golkar Kabupaten Kediri," jelasnya.

Dalam komunikasi dua arah yang berlangsung secara hangat, adik Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji itu juga menerima keluhan soal dukungan bantuan sarana pertanian untuk menunjang produktivitas.

Mulai dari traktor, jalan usaha tani hingga bibit. Termasuk dukungan penambahan alokasi pupuk bersubsidi.

"Seluruh usulan yang disampaikan tadi akan kita kawal baik itu yang menjadi kewenangan daerah akan kita dorong lewat DPRD daerah, jika provinsi saya sendiri ataupun jika menjadi wewenang pusat akan kami perjuangkan lewat fraksi Golkar yang ada di sana," tegasnya.

Cak Hadi berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi warga sehingga problematika yang belum tersentuh pemerintah dapat segera terurai demi kemajuan daerah. Untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kediri untuk memanfaatkan momentum reses legislatif yang berlangsung pada 25 Juli hingga 1 Agustus 2026.

"Karena lewat panjenengan-panjenengan (yang hadir) niki menjadi salah satu jembatan penghubung apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga bisa menyentuh secara menyeluruh," pungkasnya.

Kehadiran Cak Hadi mendapat sambutan antusias warga. Lewat sentuhan legislatif, tak sedikit pembangunan di tingkat desa dapat terwujud. Terlebih ditengah minimnya alokasi fiskal pemerintah desa.

"Mewakili masyarakat desa saya mengucapkan banyak terima kasih. Tak sedikit warga sudah mulai menerima bantuan dari pemerintah berkat bantuan Cak Hadi. Di Pandantoyo, ada 20 penerima BSPS, 7 diantaranya proses pembangunan sisanya masih menunggu, termasuk dukungan bantuan lainnya," kata Kades Pandantoyo, Dina Istanti.(*)