KETIK, TUBAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menyapa ratusan peserta didik dan ibu hamil, ibu menyusui, Balita (3B) di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. 

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maibit 2 Rengel pada Senin 8 Juni 2026 melakukan penyaluran perdana paket MBG ke sekolah SMP Plus dan SMK Matholi'ul Anwar yang berlokasi di Jalan Masjid Al Azhar, Maibit, Rengel. Kedatangan menu sehat MBG disambut antusias oleh para peserta didik yang baru pertama kali merasakan progam Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Kepala SPPG Maibit 2 Rengel, Akramullah, menyatakan bahwa proses distribusi perdana dapur berjalan dengan sangat lancar dan tepat sasaran. Ia mengatakan bahwa, jumlah Penerima Manfaat (PM) pekan pertama total 1.013 PM. Rinciannya, 508 PM 3B dan 555 PM peserta didik dari 2 lembaga pendidikan.

"Alhamdulillah, distribusi hari ini berjalan lancar total ada 1.013 PM. Rinciannya, 508 PM 3B dari 3 desa yaitu Maibit, Sumberjo, dan Kebonagung. Sementara 555 paket lainnya disalurkan untuk peserta didik di dua lembaga pendidikan berbasis pesantren," jelas Akramullah.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan yang juga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) itu menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas masakan yang keluar dari dapur SPPG Maibit 2 Rengel. Aspek higienitas dan pemenuhan nutrisi menjadi standar operasional prosedur.

Baca Juga:
Pimpinan Baru BGN dan Presiden Buruh Said Iqbal Resmi Dilantik di Istana Sore Ini

"Ini bukan sekadar soal makan, tetapi paling utama pemenuhan gizinya sampai kepada penerima manfaat," tegas Akramullah.

Ia menambahkan bahwa dari total 17 dapur SPPG yang berdiri dan proses pembangunan di Kecamatan Rengel, SPPG Maibit 2 merupakan dapur ke-8 yang telah resmi beroperasional secara aktif.

"SPPG Maibit 2 ini merupakan dapur ke 8 yang telah operasional di Kecamatan Rengel. Dari jumlah total yang proses dan telah operasional sebanyak 17 unit dapur," tandasnya.

Rasa syukur diungkapkan oleh pihak yayasan sekolah. Kepala SMK Matholi'ul Anwar, Muh. Khoirul Amin, mengaku sangat gembira sekolahnya telah menerima program MBG perdana untuk 350 peserta didiknya. 

Baca Juga:
Dapur MBG di Jawa Timur Siap Serap Telur Peternak, Harga Ditargetkan Lebih Stabil

Momentum pembagian MBG menjadi angin segar bagi para siswa-siswi yang mayoritas santri lingkungan pondok Matholi'ul Anwar (Mawar) agar mendapatkan asupan gizi seimbang langsung dari dapur higienis.

"Alhamdulillah, ini momentum awal siswa-siswi kami dari SMP Plus dan SMK swasta bisa mendapatkan program MBG sini," tutur Khoirul Amin.

Kendati demikian, demi mendukung keberlangsungan ekonomi lokal, Khoirul Amin mengusulkan sedikit penyesuaian jadwal distribusi ke depannya. Ia berharap paket makanan bisa dibagikan menjelang siang hari.

"Kami mengusulkan jadwal distribusi digeser agak siang, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Dengan begitu, pada pagi hari anak-anak masih bisa jajan dan meramaikan kantin sekolah. Semoga skema jadwal ini bisa berjalan dengan baik," tambahnya.

Keceriaan tidak dapat disembunyikan dari wajah para siswa PM MBG Prabowo. Salah satunya siswi kelas 10 SMK Matholi'ul Anwar, Safira, ia bersama teman-temannya mengaku sangat senang dengan adanya program MBG.

Hal senada diungkapkan oleh Farihatul Kamalia, siswi kelas 10 lainnya. Bagi Farihatul, kehadiran program MBG ini memberikan dampak ganda mulai badan sehat dan dompet hemat.

"Suka sekali, adanya MBG bisa menghemat uang jajan pada jam istirahat siang. Semoga program ini terus bermanfaat bagi seluruh siswa /santri di sekolah Mawar/Matholi'ul Anwar," pungkasnya dengan senyum lebar.(*)