KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) secara resmi memberlakukan kebijakan 'Sebulan Berbatik' selama bulan Oktober 2026 sebagai bentuk peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober.

Imbauan ini diberlakukan secara menyeluruh, tidak hanya bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat pemerintahan, tetapi juga menyasar pegawai non-ASN hingga seluruh institusi pendidikan di wilayah Kota Batu.

Pelaksanaannya secara resmi dituangkan melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Nomor 025/595/35.79.100/IX/2026.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, imbauan mengenakan batik selama sebulan telah disampaikan kepada jajaran Pemkot Batu dalam apel pada Senin sebelumnya.

“Saat apel hari Senin yang lalu saya sampaikan untuk memakai batik selama satu bulan penuh, dengan memprioritaskan batik produk Kota Batu,” ujarnya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Baca Juga:
Festival Nyusu Bareng 2026, Dusun Brau Kota Batu Bidik Potensi Wisata Edukasi Sapi Perah

Menurutnya, penggunaan batik lokal di lingkungan pemerintahan hingga sekolah diharapkan memberikan dampak terhadap keberlangsungan para pembatik di Kota Batu.

Selain menjadi bentuk dukungan, tambah dia, penggunaan batik produksi lokal juga dinilai dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap produk daerah.

“Supaya ada impact juga kepada para pembatik Kota Batu dan sebagai bentuk support kepada para pembatik serta kebanggaan tersendiri memakai batik Kota Batu,” harap Cak Nur, sapaanya.

Cak Nur juga menilai batik tidak sekadar menjadi busana, tetapi memiliki nilai budaya yang melekat pada proses pembuatannya. Setiap goresan canting dan tetesan malam atau lilin pada kain batik mengandung cerita, filosofi, serta identitas Kota Batu.

Baca Juga:
Angkat Identitas 5 Kecamatan, Batik Sekar Jagad Pancawarna Khas Kota Malang Resmi Diluncurkan

Ia menyebut batik sebagai warisan budaya tak benda dunia yang memiliki nilai penting dalam mempererat keberagaman Nusantara.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menilai gerakan ‘Sebulan Berbatik’ memiliki nilai strategis untuk memperkuat citra pariwisata sekaligus ekonomi kreatif daerah.

Menurut Onny, penggunaan batik di lingkungan pemerintahan, sekolah, hingga ruang publik sepanjang Oktober dapat memperkuat identitas Kota Batu sebagai destinasi wisata yang memiliki kekayaan estetika dan kearifan lokal.

“Gerakan Sebulan Berbatik ini memiliki nilai strategis yang sangat kuat bagi penguatan citra pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batu,” ujar Onny.

Ia menyebut batik sebagai warisan budaya bangsa yang memiliki nilai adiluhung. Karena itu, gerakan tersebut juga diharapkan menjadi dukungan bagi pelaku UMKM batik dan memberikan ruang promosi lebih besar bagi perajin lokal.

“Gerakan ini juga sebagai bentuk dukungan nyata penggerak UMKM batik, sekaligus menjadi angin segar bagi para perajin batik lokal di Kota Batu serta momentum emas untuk mempromosikan ragam motif khas Batu,” katanya.

Kota Batu memiliki sejumlah kekhasan motif batik yang mengangkat potensi alam setempat. Ragam motif tersebut antara lain mengambil inspirasi dari apel, flora, hingga tanaman obat.(*)