KETIK, JAKARTA – Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarnegara, tetapi juga mempertemukan dua generasi pesepak bola, dengan jarak usia yang jauh terbentang.
Turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara ini mencatat salah satu kesenjangan usia terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Dari total 1.248 pemain yang masuk skuad peserta, terdapat selisih usia lebih dari 25 tahun antara pemain termuda dan tertua.
Dua kutub generasi ini diwakili oleh gelandang muda Meksiko, Gilberto Mora dan kiper Skotlandia, Craig Gordon.
Mora, tercatat sebagai pemain termuda di Piala Dunia 2026. Saat turnamen berlangsung, pemain Club Tijuana tersebut berusia 17 tahun 240 hari.
Perjalanan Mora menuju panggung terbesar sepak bola dunia terbilang sangat cepat. Dalam dua tahun terakhir, ia menjelma menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Meksiko.
Baca Juga:
Tiga Pemain Termahal Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Ada Nama Bintang Muda InggrisMora sebelumnya mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang menjadi starter dan mencetak gol di Liga MX. Ia juga melakoni debut bersama tim nasional senior Meksiko pada usia 16 tahun.
Penampilan impresifnya saat membantu Meksiko menjuarai Piala Emas 2025 membuat pelatih Javier Aguirre semakin yakin untuk membawanya ke Piala Dunia.
Sementara itu, gelar pemain tertua di Piala Dunia 2026 menjadi milik kiper Skotlandia, Craig Gordon.
Baca Juga:
Nobar Piala Dunia Bareng Ojol, Ditlantas Polda Sumsel Bagikan Sembako dan Edukasi KeselamatanPenjaga gawang Hearts tersebut berusia 43 tahun 162 hari saat turnamen digelar. Usia tersebut menjadikannya pemain paling senior di kompetisi tahun ini sekaligus salah satu pemain tertua yang pernah berpartisipasi di Piala Dunia.
Keikutsertaan Gordon memiliki cerita tersendiri. Meski telah berkarier profesional selama lebih dari dua dekade, ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di Piala Dunia.
Hal itu tidak lepas dari absennya Skotlandia di putaran final Piala Dunia sejak 1998. Dengan lolosnya Skotlandia ke edisi 2026, Gordon akhirnya berkesempatan merasakan atmosfer turnamen terbesar sepak bola dunia.
Sepanjang kariernya, Gordon juga dikenal sebagai pemain yang mampu bangkit dari berbagai cedera berat. Ia pernah mengalami patah tulang pada kedua kaki serta masalah serius pada leher yang sempat mengancam kelanjutan kariernya. (*)