KETIK, SLEMAN – Pergeseran posisi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali bergulir dinamis. Namun, ada yang menarik perhatian dalam prosesi pelantikan kali ini.
Dari sekian banyak abdi negara yang diambil sumpah jabatan baru hari Selasa 2 Juni 2026, nama Muhammad Arif Rahman, SIP MPA mencuat sebagai sosok yang paling menyita perhatian. Ia merupakan satu-satunya pejabat yang dilantik untuk menduduki posisi sebagai Panewu, sebutan untuk Camat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Alumnus Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut kini memegang tongkat komando kepemimpinan di Kapanewon Moyudan.
Pelantikan tunggal untuk jabatan ini menjadi perbincangan hangat di lingkungan Pemkab Sleman. Menjadi satu-satunya Panewu yang dilantik di tengah pergeseran posisi struktural lainnya menegaskan bahwa penunjukan Arif Rahman di Moyudan telah melalui pertimbangan yang sangat matang dan strategis.
Saat ditemui usai prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah, Arif Rahman tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya sekaligus kesiapannya dalam mengemban amanah baru yang dinilai penuh tantangan ini.
Baca Juga:
Tangkis Lonjakan Gagal Ginjal Usia Muda, BPJS Kesehatan Sleman Optimalkan Tupoksi Penjaminan dan Skrining Dini"Tentu ini sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar bagi saya. Menjadi satu-satunya Panewu yang dilantik kali ini berarti ada harapan khusus dari pimpinan yang harus saya buktikan dengan kinerja nyata di lapangan," ujar Arif dengan nada optimis.
Karier Matang Birokrat Muda
Meski tergolong sebagai birokrat muda dengan pangkat Pembina (IV/a) per April 2026, rekam jejak Arif di dunia pemerintahan terbilang sangat komplet. Ia mengawali kariernya dari bawah sebagai Staf Seksi Pemerintahan di Kecamatan Berbah pada tahun 2010 silam.
Kariernya terus menanjak saat ditarik ke lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sleman, di mana ia sempat mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Analis Pemerintahan Daerah, Kepala Subbagian Dokumentasi Pimpinan, hingga Kepala Subbagian Protokol.
Baca Juga:
Lebih dari 30 Tahun Mengabdi, Junaidi Kini Dipercaya Jadi Kepala DLH SlemanSebelum dipercaya memimpin wilayah barat Sleman ini, Arif menjabat sebagai Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman sejak Mei 2025. Pengalamannya yang panjang di bidang komunikasi dan administrasi dinilai menjadi modal kuat untuk merangkul masyarakat pedesaan.
"Latar belakang saya di bidang komunikasi publik akan saya optimalkan di Moyudan. Pendekatan kelapangan, mendengar aspirasi warga secara langsung, dan transparansi pelayanan publik akan menjadi fokus awal saya," imbuh pemimpin baru Kapanewon Moyudan tersebut.
Tercatat pria berusia 41 tahun ini memegang pangkat terakhir Pembina, golongan ruang IV/a. Dalam kehidupan pribadinya, pejabat yang tinggal di Mlati, Sleman ini telah menikah dengan Angelia Dewi Candra, serta dikaruniai seorang anak.
Perjalanan akademis Arif diawali dari pendidikan dasar di SD Negeri Padokan II yang diselesaikannya pada tahun 1997. Dirinya kemudian melanjutkan studi ke jenjang berikutnya di SMP Negeri 8 Yogyakarta dan lulus pada tahun 2000, sebelum akhirnya menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Kasihan jurusan IPA hingga lulus tahun 2003.
Ketertarikannya pada dunia birokrasi membawanya masuk ke Universitas Gadjah Mada untuk meraih gelar S-1 Ilmu Pemerintahan pada tahun 2008, dan ia kembali menyelesaikan gelar S-2 Administrasi Publik di universitas yang sama pada tahun 2020.
Untuk menunjang profesionalitasnya sebagai aparatur sipil negara, Arif juga sangat aktif memperbarui kompetensinya melalui berbagai program kedinasan. Ia tercatat mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III di Badan Diklat Provinsi DIY pada tahun 2011. Selanjutnya, ia memperdalam keahliannya lewat Pelatihan Perencanaan Program dan Kegiatan Pemda Berbasis Logic Model kerja sama UGM-BPKP pada tahun 2017, serta menjalani Studi Komparasi Fasilitasi Pimpinan di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2022. Di tahun 2023, ia mengikuti Bimbingan Teknis Aplikasi e-Kinerja BKN di BKPP Sleman.
Menginjak tahun 2025, Arif sukses menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Istimewa di Badan Diklat Daerah DIY, yang kemudian disempurnakan dengan rangkaian pelatihan Internalisasi Core Value ASN BerAKHLAK untuk bidang Layanan Prima, ASN Digital, serta Anti Korupsi.
Tantangan Baru di Moyudan
Kapanewon Moyudan yang dikenal memiliki karakteristik wilayah agraris sekaligus penyangga kebudayaan di sisi barat Sleman, kini menaruh harapan besar di pundak birokrat yang kenyang pengalaman keprotokolan ini. Tantangan untuk memajukan potensi lokal, mempercepat transformasi digital pedesaan, serta menjaga kondusivitas wilayah menjadi tugas utama yang langsung menantinya di meja kerja.
Bagi publik Sleman, sepak terjang bapak satu anak ini tentu sangat dinantikan. Apakah dengan modal pendidikan administrasi publik yang kuat dan pengalaman komunikasi yang matang ia mampu membawa angin segar serta inovasi baru bagi masyarakat Moyudan? Kita tunggu saja pembuktiannya. (*)