KETIK, PACITAN – Seekor sapi jenis Limosin milik peternak asal Dusun Gayam, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 27 Mei 2026 mendatang.
Sapi milik Sarmun (66) itu memiliki bobot mencapai 1.009 kilogram dengan usia sekitar 12 bulan.
Hewan kurban tersebut dibeli dengan nilai sekitar Rp90 juta setelah dinyatakan sehat dan layak oleh tim pemeriksa kesehatan hewan.
Di kandang sederhana miliknya di Dusun Gayam, Sarmun mengaku tidak menyangka sapi yang selama ini dipeliharanya akan dipilih menjadi hewan kurban presiden.
Ia mengaku bahagia sekaligus bangga karena ternaknya mendapat perhatian hingga tingkat nasional.
Baca Juga:
Alasan Ayah dan Anak di Pacitan Siram Air Keras ke Penjual Tempe, Dipicu Selingkuh“Alhamdulillah sangat senang, bisa nutup biaya beli polar dan itu masih bisa sisa,” ucapnya saat ditemui Ketik.com di kandangnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Sarmun menceritakan, sapi tersebut awalnya dibeli saat masih berusia sekitar tujuh hingga delapan bulan dengan harga Rp17 juta.
Sejak saat itu, sapi dipelihara secara rutin hingga tumbuh besar dengan bobot lebih dari satu ton.
Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus dalam perawatan sapi tersebut.
Baca Juga:
Cek Kesehatan Hewan Kurban di Kota Malang, Universitas Brawijaya Bakal Terjunkan TimPakan dan perawatan dilakukan seperti sapi pada umumnya, hanya saja ditambah pemberian komboran menggunakan polar untuk membantu pertumbuhan dan menjaga kondisi tubuh ternak tetap prima.
“Perawatannya ya seperti sapi pada umumnya, tidak ada yang khusus, dengan didampingi komboran menggunakan polar,” katanya.
Ia menjelaskan, aktivitas merawat sapi dilakukan setiap hari mulai dari membersihkan kandang, memberi makan hijauan, hingga memastikan kondisi kesehatan ternak tetap terjaga.
Ketelatenan tersebut akhirnya membuahkan hasil, sapi miliknya sehat dan gemuk pun lolos seleksi sebagai hewan kurban presiden.
Sebelum dipastikan dibeli untuk kurban Presiden Prabowo, sapi milik Sarmun telah melalui serangkaian pengecekan dan pemeriksaan kesehatan oleh petugas peternakan sekitar satu bulan sebelumnya.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
“Iya dicek dulu sekitar sebulan sebelumnya sama petugas, terus diberi informasi kalau layak dibeli presiden,” ungkapnya.
Warga setempat juga banyak berdatangan untuk melihat langsung sapi berbobot jumbo tersebut.
Rencananya, sapi kurban Presiden Prabowo akan disembelih di Pondok Wates Widoro, Kecamatan Pacitan.
"Iduladha tahun ini membawa berkah bagi kami sebagai peternak sapi di Pacitan," pungkasnya.(*)