KETIK, SITUBONDO – Seni Topeng berbasis sejarah yang dilestarikan oleh Sanggar Wahana Puspa Budaya di Padepokan Topeng Majapahitan Situbondo yang di bina oleh Hosnatun alias Tutun nampaknya menjadi referensi bagi universitas-universitas seni di Jawa Timur.
Kali ini, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Repertoar di Sanggar Wahana Puspa Budaya selama 3 hari yang mengambil tema “Eksplorasi Estetika dan Nilai Budaya Topeng Situbondo,” Jumat, 30 Oktober 2026.
Sebanyak 34 mahasiswa Prodi Seni dan Pertunjukan Universitas Negeri Malang mengikuti mata kuliah Studi Pecantrikan di Sanggar Wahana Puspa Padepokan Topeng Majapahitan.
Keterangan yang disampaikan Dr. Tri Wahyuningtyas, S.Pd., M.Si., Dosen Universitas Negeri Malang yang menjadi Pembimbing Repertoar Jawa Timur menyampaikan bahwa mahasiswanya nyantrik langsung kepada Pak Tutun seniman Situbondo.
“Ini merupakan upaya pendekatan holistik bagaimana mereka para mahasiswa mengenal dan mengetahui seni tradisi yang ada di Jawa Timur, khususnya Topeng Bersejarah di Kabupaten Situbondo,” ujar Tri Wahyuningtyas.
Baca Juga:
Unair Edukasi Masyarakat Terkait Penggunaan Obat Secara Benar di Desa Banyuglugur SitubondoMereka, para mahasiswa, sambung Tri Wahyuningtyas, dituntut untuk menyerap seni tradisi mulai mengenal seni budaya dari narasumber secara langsung. “Secara tekstual mereka belajar bentuk dari pertunjukan, mulai dari busana, gerak, tata rias, serta penyajiannya,” kata Tri Wahyuningtyas.
Sementara itu, Tutun pembina Sanggar Wahana Puspa Budaya di Padepokan Topeng Majapahitan Situbondo ini mengatakan, seni tradisi Topeng berbasis sejarah ini sangat patut dan layak dilestarikan melalui nilai-nilai akademis, apalagi menjadi mata kuliah, sehingga tidak mengkerdilkan apa yang memang menjadi warisan leluhur yang perlu di lestarikan.
Lebih lanjut, Tutun mengatakan bahwa, melestarikan tari Topeng berbasis sejarah ini sejak tahun 1970 hingga saat ini, dan sudah ratusan murid yang belajar Seni Topeng Tradisi di Sanggar Wahana Puspa Budaya di Padepokan Topeng Majapahitan Situbondo ini.
“Untuk meletarikan tari topeng bersejarah ini, semua saya lakukan dengan biaya swadaya mandiri, bukan dari APBD Kabupaten Situbondo. Sebagai pembina, saya terus menjaga agar tari topeng bersejarah ini tetap lestari,” beber Tutun.
Baca Juga:
Harjakasi 2026 Bakal Lebih Meriah, Bupati Situbondo Siapkan 1.500 Ancak Agung dan Permainan TradisionalTak hanya itu yang disampaikan Tutun, tapi dia juga menjelaskan bahwa, sudah banyak universitas di Jawa Timur yang datang di belajar Seni Topeng Tradisi di Sanggar Wahana Puspa Budaya Padepokan Topeng Majapahitan Situbondo ini. (*)