KETIK, MALANG – UPT Pembinaan Keagamaan dan Pembinaan Kepribadian (PKPK) Universitas Brawijaya (UB) meresmikan Rumah Karakter pada Rabu, 20 Mei 2026 di Auditorium Algoritma FILKOM sebagai upaya menciptakan generasi dengan karakter yang baik dalam menghadapi kehidupan nyata dan digital, serta memberikan jiwa empati di era kemajuan teknologi.

Ramainya cyberbullying menjadi tugas besar bagi instansi pendidikan untuk bisa menciptakan generasi yang mampu menghentikan bentuk rasa minim empati dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama di era kemajuan teknologi. 

Dengan kemajuan sistem digital, sebagai civitas akademika, Universitas Brawijaya ingin membentuk pribadi mahasiswa yang memiliki etika dalam memanfaatkan fitur-fitur terbaru di dunia digital.

Peresmian Rumah Karakter bersama UPT Pembinaan Keagamaan dan Pembinaan Kepribadian (PKPK) UB menjadi langkah awal untuk bisa menciptakan generasi muda dengan etika yang baik dalam menggunakan platform atau sistem digital. 

Dengan tujuan membangun peradaban mulia, Rumah Karakter akan menjadi tempat diskusi untuk menyebarkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., mengatakan akan membawa setiap mahasiswa untuk memiliki purpose of life yang akan menumbuhkan semangat untuk terus berbuat baik.

Baca Juga:
Kobarkan Semangat Nasionalisme, Lapas Perempuan Malang Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118

"Rumah Karakter ini menjadi tempat diskusi, tempat menyebarkan bagaimana kita menjadi manusia yang memiliki empati, memiliki kepribadian, dan juga memiliki kepedulian terhadap sesama atau biasanya dalam taglinenya itu Building Up Noble Future. Nah, ini yang kita bawa ke anak-anak, ke mahasiswa. Setiap individu harus memiliki purpose of life," ujar Prof. Widodo.

"Purpose of life ini yang kemudian dia akan menjadikan spirit untuk berbuat menjadi lebih baik, berbuat dengan etika yang baik, melakukan sesuatu dengan value, dengan nilai. Dengan demikian, baik dalam kehidupan real maupun dalam kehidupan digital, itu tetap memiliki kaedah-kaedah spirit yang dibawa tadi," imbuhnya.

Hadirnya Rumah Karakter diharapkan bisa menjadi pemersatu penguat bangsa untuk lebih maju dan memiliki peradaban yang mulia.

"Harapannya keberadaan kita, keberadaan civitas akademika, itu menjadi penerang, menjadi pemersatu, menjadi penguat bangsa untuk lebih maju, untuk memiliki peradaban yang mulia, yang harus kita sebarkan kepada bangsa yang lain," tutur Rektor Universitas Brawijaya tersebut.

Baca Juga:
Sinergi Lintas Sektor, PHRI Kota Malang Fokus Perkuat Pariwisata hingga Program Pangan

Prof. Widodo juga menyampaikan agar mahasiswa tetap mengindahkan tata krama di manapun berada, baik di dunia nyata maupun digital, karena dapat menjadi pagar dan selalu bisa berbuat baik. 

"Tentu teman-teman yang ke depan, khususnya mahasiswa, tetap ya harus mengindahkan tata krama, baik dalam dunia real maupun dunia digital, karena tata krama ini akan memberikan ruang, memberikan pagar kepada kita untuk bisa berbuat menjadi lebih baik, mengajak lebih baik, termasuk juga meningkatkan kompetensi diri, menjadi orang-orang yang beribadi yang mulia dan umum." Pesan Prof. Widodo kepada mahasiswa UB.(*)