KETIK, SURABAYA – RSUD Dr. Soetomo berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam SCImago International Rankings (SIR) 2026 sektor kesehatan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut prestasi ini dengan bangga, menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa layanan kesehatan Jawa Timur telah mendapat pengakuan internasional.

"Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr. Soetomo berhasil membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu tampil sebagai institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global," ujar Khofifah.

SCImago International Rankings (SIR) merupakan pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja institusi berdasarkan tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian (Research), dampak sosial (Societal), dan kapasitas inovasi (Innovation).

Dalam pemeringkatan tersebut, RSUD Dr. Soetomo menempati posisi teratas di Indonesia pada seluruh kategori penilaian, meliputi Overall Rank, Research Rank, dan Societal Rank.

Tak hanya unggul di tingkat nasional, rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur itu juga mencatat prestasi gemilang di panggung internasional. RSUD Dr. Soetomo berada di peringkat ke-58 dunia untuk kategori Overall dan ke-22 dunia pada kategori Societal.

Baca Juga:
Kompak! Ashanty, Anang dan Azriel Wisuda Bareng di Unair

Di tingkat Asia, rumah sakit ini menempati peringkat ke-35 untuk Overall dan peringkat ke-6 untuk Societal. Sementara di lingkup ASEAN, RSUD Dr. Soetomo berada di posisi ke-55 untuk Overall dan ke-19 untuk Societal.

Khofifah menegaskan, capaian ini merupakan buah dari kerja panjang seluruh elemen rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, hingga jajaran manajemen.

"Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, manajemen, dan semua pihak yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.

Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa rumah sakit di era modern tidak cukup hanya menjadi tempat pelayanan medis. Menurutnya, rumah sakit harus bertransformasi menjadi pusat penelitian, inovasi, pendidikan tenaga kesehatan, sekaligus memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

Baca Juga:
Hujan Deras Sejak Dini Hari, Kawasan Menur Pumpungan Surabaya Terendam Banjir

Menurutnya, keberhasilan RSUD Dr. Soetomo meraih peringkat tertinggi pada kategori Research dan Societal menunjukkan bahwa pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur telah berjalan pada arah yang tepat.

“Rumah sakit masa depan harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSUD Dr. Soetomo telah menunjukkan peran tersebut dengan sangat baik,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah memastikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia optimistis capaian RSUD Dr. Soetomo akan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lainnya di Jawa Timur untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global.

“Kita ingin rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan dunia. Dengan kerja keras dan kolaborasi, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi episentrum layanan kesehatan berkualitas di Indonesia,” tegasnya.

Di akhir, Khofifah berharap capaian tersebut tidak membuat seluruh jajaran berpuas diri, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang semakin prima bagi masyarakat.

“Penghargaan dan peringkat adalah pengakuan atas kerja keras. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan manfaat, menghadirkan harapan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah tujuan utama yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)