KETIK, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi penetapan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) oleh Pemerintah dan DPR.
"Alhamdulilah, DPR dan pemerintah sudah menyepakati biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) calon jemaah haji 2023 rata-rata sebesar Rp49,8 juta per orang," ujar Ridwan Kamil saat peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Annur Kramat Empang, Kota Bogor, Kamis (16/2/2022) malam.
Menurut Gubernur Jabar, kenaikan Bipih atau dulu disebut ongkos naik haji (ONH) tidak bisa dihindarkan. Gubernur yakin Pemerintah dan DPR telah mempertimbangkan secara detail agar Bipih masih terjangkau masyarakat.
Sebelumnya diwacanakan Bipih naik hingga hampir dua kali lipat dan berdinamika di masyarakat. Namun kemudian biayanya turun melalui penetapan Pemerintah - DPR.
"Meski penurunannya ada yang bisa menerima atau tidak, kenaikan (Bipih) ini tidak bisa dihindari," kata Ridwan Kamil.
Baca Juga:
Antara Spiritualitas dan Komersialisasi HajiGubernur memastikan, semua calon jemaah haji termasuk dari Jabar yang telah melunasi Bipih sejak 2020, tidak perlu menambah biaya lagi.
"Kabar baiknya, biaya ini tidak dibebankan pada jemaah haji tahun 2020 yang sudah melunasi biaya hajinya," kata Ridwan.
Kang Emil menjelaskan, tahun 2023 Jabar mendapat kuota haji sebanyak 38.567 orang. "Mudah mudahan tidak ada kendala dalam pelunasan. Jika ada kendala, silakan lapor pada kantor wilayah Kementerian Agama," harapnya.
Untuk sukses haji 2023, Kang Emil optimistis Jabar dapat memberikan kontribusi signifikan. Di antaranya dengan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka untuk keberangkatan dan kepulangan haji.
Baca Juga:
Bupati KDS: Kabupaten Bandung Siap Dukung Anggaran Demi Solusi Bersama Bandung Raya"Hasil asesmen otoritas penerbangan Arab Saudi memastikan Bandara Kertajati, Majalengka sudah siap dan layak menyelenggarakan penerbangan haji 2023 sebanyak 7.690 jemaah. Asrama haji di Indramayu juga sudah siap," jelas Ridwan Kamil.(*)