KETIK, BONDOWOSO – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, dikemas dengan cara berbeda. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Maesan menggelar Jalan-Jalan Sehat (JJS) yang tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang besar untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026. Ribuan semangat kebersamaan diharapkan menyatu sejak peserta dilepas dari Kantor MWCNU Maesan pada pukul 06.00 WIB hingga kembali ke lokasi yang sama sebagai garis akhir.
Ketua MWCNU Maesan, Ahmad Bashari, mengatakan jalan sehat sengaja dipilih sebagai kegiatan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, momentum Maulid Nabi tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga harus mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini kami harapkan bisa meningkatkan hubungan emosi yang harmonis antarjamaah dan masyarakat secara umum. Dengan berkumpul dan berjalan bersama, sekat-sekat di antara kita bisa semakin cair,” ujar Ahmad Bashari.
Rute jalan sehat akan membawa peserta melintasi sejumlah titik, mulai dari Kantor MWCNU Maesan, menuju Kantor Desa Pujer Baru, Pertigaan Gambangan-Laok Songai, Kantor Desa Gambangan, sebelum kembali ke Kantor MWCNU Maesan.
Baca Juga:
Penjelasan Hadist Tentang Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW.Bagi MWCNU Maesan, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa semangat Maulid Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta membangun kepedulian sosial.
“Maulid bukan hanya tentang seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah saw diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persaudaraan, saling menghormati dan membangun kepedulian di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Ahmad, jalan sehat memiliki suasana yang santai dan inklusif sehingga semua kalangan dapat berpartisipasi tanpa memandang usia maupun latar belakang. Dalam kebersamaan itu, komunikasi diharapkan tumbuh lebih dekat dan hubungan antarwarga semakin kuat.
“Ketika orang berjalan bersama, biasanya komunikasi menjadi lebih dekat. Dari yang sebelumnya hanya saling kenal nama, bisa menjadi lebih akrab. Inilah suasana yang ingin kami bangun, yakni masyarakat yang sehat jasmaninya sekaligus kuat ikatan sosialnya,” tuturnya.
Baca Juga:
Ratusan Warga Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kediaman Ketua Umum DPP IkamaKeseruan JJS juga akan semakin lengkap dengan berbagai hadiah yang disiapkan panitia. Sepeda listrik menjadi hadiah utama, disusul beragam hadiah menarik lainnya seperti mesin cuci, kipas angin, hingga rice cooker.
Namun demikian, Ahmad menegaskan hadiah bukanlah tujuan utama dari kegiatan tersebut. Nilai terpenting yang ingin dibawa pulang setiap peserta adalah semakin kuatnya rasa kebersamaan dan persaudaraan.
“Kalau nanti ada yang pulang membawa sepeda listrik, tentu itu rezeki dan bonus. Tetapi kami berharap semua peserta pulang membawa sesuatu yang lebih penting, yaitu rasa persaudaraan yang semakin kuat,” ujarnya.
Melalui Gebyar Maulid yang dikemas dengan Jalan-Jalan Sehat ini, MWCNU Maesan berharap lahir energi positif yang mampu memperkuat kekompakan masyarakat.
“Semoga dari kegiatan sederhana ini lahir energi positif. Kita ingin masyarakat Maesan semakin rukun, semakin kompak dan semakin peduli satu sama lain. Karena membangun masyarakat tidak cukup hanya dengan program, tetapi juga membutuhkan hubungan yang harmonis,” pungkasnya.(*)