KETIK, MALANG – Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, mencetak sejarah dengan menghadirkan dua fakultas baru, yakni Teknik serta Ushuluddin dan Studi Islam. Ini menjadi upaya dalam pengembangan kampus dengan ilmu pengetahuan umum namun tetap berbasis keagamaan Islam.

Selama menjabat sebagai rektor, Prof. Ilfi Nur Diana mencatatkan capaian baru dengan menghadirkan Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Program Studi Teknik sendiri telah dibuka sejak 2024, kemudian pada 2026 Fakultas Teknik resmi berdiri melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai salah satu syarat menuju transformasi menjadi universitas Islam negeri.

Tak hanya itu, Prof. Ilfi Nur Diana berhasil membawa UIN Malang sebagai satu-satunya PTKIN di Indonesia yang memiliki Fakultas Teknik. Tentu ini suatu inovasi untuk bisa mengembangkan minat mahasiswa untuk belajar pengetahuan teknologi namun juga dengan memperkuat ilmu keagamaan Islam.

Sementara itu, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam hadir untuk memperkuat identitas sebagai universitas Islam negeri di Indonesia. Dengan terus mengembangkan rumpun keilmuan Islam, UIN Malang menjadi PTKIN yang kuat. 

Tepat pada tanggal 17 Mei 2026, kedua fakultas baru tersebut resmi berdiri dengan diluncurkannya SK fakultas dan di tanggal 20 Juli 2026, Prof. Ilfi Nur Diana resmi melantik para pimpinan dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Baca Juga:
Sejarah Baru! UIN Malang Jadi Satu-satunya PTKIN Punya Fakultas Teknik, Dekan Baru Langsung Siapkan Gebrakan 100 Hari

Tentunya ia memilih para pimpinan yang memang siap bekerja dari awal dan siap mengembangkan Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. 

"Mereka yang daftar, ada beberapa yang daftar, tapi kenapa mereka yang terpilih? Dari track record. Kerjanya seperti apa, karena ini kan butuh percepatan-percepatan, butuh lompatan-lompatan. Sehingga harus dipilih orang-orang yang siap bekerja," jelas Prof. Ilfi Nur Diana.

Prof. Ilfi Nur Diana mengungkapkan bahwa pembentukan fakultas baru ini sebagai upaya mempermudah para mahasiswa angkatan pertama yang kini telah memasuki semester ketiga dan perlu magang. Sehingga, dengan dilantiknya dekan dan wakil dekan tentunya Fakultas Teknik bisa bekerja sama dengan Dudiker.

Ia juga menjelaskan bahwa di era AI, ada strategi huruf T, di mana ada garis vertikal seperti kompetensi utama dan horisontal yang diibaratkan sebagai skill. 

Baca Juga:
Resmi Jabat Dekan, Prof. Erfaniah Siap Kembangkan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang

"Jadi tadi saya sampaikan ada garis tegak, itu vertikal. Kalau dulu itu ya sudah, kamu Fakultas Teknik, jurusan Teknik Industri. Maka kompetensi utamanya bagaimana terkait dengan Teknik Industri ini? tanpa dibekali oleh skill," ungkap Prof. Ilfi Nur Diana.

"Sekarang tidak bisa, karena tuntutan dunia kerja sudah seperti ini. Era AI ini sudah seperti ini, maka butuh yang namanya T. Generalnya apa? Nah ternyata berdasarkan hasil riset, yang general itu kan harus ada human skill yang dibutuhkan oleh dunia kerja," imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam huruf T ada yang namanya kompetensi general dan UIN memiliki pengetahuan keagamaan yang cukup. Mesti mahasiswa memilih Fakultas Teknik, mereka juga diwajibkan untuk bisa Baca Tulis Al-Quran (BTQ).

Ia juga menyampaikan bahwa untuk bisa terus berkembang tidak bisa hanya menggunakan strategi huruf T, namun juga butuh strategi huruf dengan tiga kakinya seperti beberapa kompetensi utama. Dalam dunia kerja, ia menemukan bahwa yang dibutuhkan adalah skill. Bukan hanya hard skill tapi juga human skill.

Dalam hal ini, Prof. Ilfi Nur Diana mengungkapkan bahwa apapun jurusan di UIN Malang, kompetensi generalnya tetap sama, yakni pemahaman keagamaan. Sembari menyiapkan kebutuhan untuk dunia kerja, tentunya Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam juga akan mempersiapkan untuk akreditasi di tahun kedua.

"Nah karena itu PR pertamanya tadi itu dulu. Sambil habis ini menyiapkan akreditasi karena kan sudah satu tahun. Tahun kedua kan harus persiapan akreditasi," ujarnya.(*)