KETIK, MALANG – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menekankan pentingnya penguatan human skill bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja pascalulus. Pesan tersebut disampaikannya saat melantik jajaran dekan dan wakil dekan Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam di Ruang Rektor, Senin, 20 Juli 2026. 

Dengan dilantiknya jajaran dekan dan wakil dekan, kedua fakultas baru yang kini resmi berdiri sendiri tersebut diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi inovasi. Hal ini sekaligus menjadi kabar menggembirakan bagi para mahasiswa yang kini bangga telah memiliki fakultas sendiri.

Dalam pelantikan ini, pimpinan UIN Malang resmi melantik Dr. Khairul Rahman, M.Si., sebagai Dekan Fakultas Teknik bersama Dr. Tarranita Kesumadewi, M.T., sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknik. Sementara itu, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah dilantik sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam bersama Dr. Jamilah, M.A., sebagai Wakil Dekan.

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., berpesan agar kedua fakultas baru tersebut mampu mengejar kompetensi sejajar dengan fakultas lainnya. Selain itu, ia menyampaikan pentingnya menerapkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya penekanan pada human skill yang menjadi ciri khas UIN Malang.

Menurutnya, setinggi apa pun kompetensi hard skill yang dimiliki, mahasiswa tetap perlu memiliki akhlak yang baik untuk bertahan di masyarakat. Oleh karena itu, Prof. Ilfi juga mendorong kolaborasi aktif, baik di tingkat nasional maupun internasional, demi mencetak lulusan yang siap kerja.

Baca Juga:
PHRI: Okupansi Hotel Kota Malang Tertinggi di Jatim Saat Libur Sekolah, Capai 90 Persen

"Ternyata berdasarkan hasil riset, yang general itu kan harus ada human skill yang dibutuhkan oleh dunia kerja," ujar Bunda Rektor.

Dekan dan wakil dekan Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam siap mengemban amanah Rektor UIN Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Tantangan di dunia pendidikan saat ini kian kompleks. Kehadiran dua fakultas baru ini diharapkan mampu menciptakan inovasi untuk berkembang serta melahirkan lulusan berdaya saing tinggi tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.

Prof. Ilfi menegaskan, meski berkuliah di Fakultas Teknik UIN Malang, para mahasiswa tetap diwajibkan memiliki kemampuan dasar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ). Hal inilah yang menjadi pembeda utama fakultas umum di UIN Malang dengan perguruan tinggi lainnya.

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Dorong Kolaborasi Antarhotel untuk Perkuat Industri Perhotelan

"Pemahaman keagamaan, cuma standarnya yang berbeda. Misalkan kalau di fakultas teknik harus minimal bisa baca tulis Al-Qur’an bisa memahami praktek-praktek ibadah gitu. Nah kalau di Ushuluddin tentu standarnya beda, bukan hanya sekedar BTQ tetapi bisa mengkaji kitab," tegas Prof. Ilfi.

Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Ushuluddin juga akan dibekali pemahaman teknologi terkini, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, mahasiswa Ushuluddin dapat meneliti tafsir Al-Qur'an dan hadis menggunakan AI, sehingga penguasaan teknologi tersebut menjadi sangat krusial.

 

"Terkait dengan skill AI, ini tidak hanya di Fakultas Teknik yang butuh skill AI. Fakultas Ushuluddin pun perlu. Pengembangannya nanti pembelajaran Al-Qur’an berbasis AI bagi anak-anak. Kalau nggak paham tentang AI, kan tidak bisa. Itu yang dibutuhkan," jelasnya.

Dengan tetap menegakkan syariat Islam, UIN Malang terus berupaya untuk bisa unggul di era digital dan tetap menjadi kampus Ulul Albab dengan terus melahirkan insan dengan daya saing yang tinggi.

Dengan tetap menegakkan syariat Islam, UIN Malang terus berupaya unggul di era digital dan konsisten menjadi Kampus Ulul Albab yang melahirkan SDM berdaya saing tinggi.

Pada hari pertama resmi bertugas, Prof. Ilfi meminta para dekan Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin segera menyusun profil lulusan, daftar kompetensi utama atau spesialis, serta kompetensi generalnya.

Menanggapi arahan tersebut, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Khairul Rahman, M.Si., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program 100 hari pertama untuk memajukan fakultas, khususnya pada tata kelola manajemen dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Hari ini, atas perintah Bu Rektor, langsung bekerja. Kami sudah menyiapkan program 100 hari ke depan. Kami sudah menyiapkan hal-hal yang pasti, baik di manajemen maupun Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memajukan Fakultas Teknik," ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, menyampaikan bahwa langkah awalnya adalah menjalankan amanah Rektor untuk merancang program yang memberikan impact (dampak) nyata bagi mahasiswa. Harapannya, para alumni Fakultas Ushuluddin dapat terserap di dunia kerja sesuai bidang kompetensinya.

"Apa yang sudah menjadi amanah Bu Rektor untuk mengembangkan bagaimana nanti impact yang harus kita desain. Tentunya alumni-alumni Ushuluddin bisa sesuai dengan bidangnya. Bisa ditempatkan di tempat kerja dengan baik. Tentunya kami akan mengawal dengan hanya dua pimpinan pasti agak harus strong," tutur Prof. Erfaniah.

Dengan dilantiknya dekan dan wakil dekan Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, UIN Malang memberikan kesempatan untuk mahasiswa fakultas baru berinovasi dan bisa mengembangkan keahliannya untuk mengejar dunia kerja.(*)